man people street music
0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

OBATDIGITAL – Para ilmuwan dari Inggris baru-baru ini menyelesaikan studi percontohan menggunakan helm yang dirancang khusus yang memancarkan cahaya inframerah untuk mengatasi demensia.

Mereka menguji helm pada orang paruh baya dengan gangguan kognitif ringan dan menemukan bahwa perawatan tersebut meningkatkan memori, keterampilan pemrosesan, dan fungsi motorik.

Para peneliti mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal Photobiomodulation, Photomedicine, and Laser Surgery. Dan dikutip dari Medical News Today 22/10/2021).

PBM adalah perawatan yang biasanya menggunakan cahaya merah atau inframerah dekat untuk mendapatkan respons dalam sel dan jaringan. Penelitian tentang PBM dimulai pada tahun 1960-an, ketika para ilmuwan menggunakan laser yang baru ditemukan — pada waktu itu —. Kegunaan utama untuk terapi adalah penyembuhan luka dan pengurangan rasa sakit.

Baru-baru ini, sumber cahaya seperti dioda pemancar cahaya (LED) telah menggantikan laser. Beralih dari laser ke LED berarti bahwa teknologi PBM sekarang tersedia untuk digunakan di rumah pada perangkat yang dapat dikenakan dengan biaya yang jauh lebih rendah.

Untuk menjelaskan bagaimana PBM bekerja pada tubuh, kita perlu menyelam jauh ke dalam biologi sel manusia. Di dalam sel-sel ini terdapat struktur kecil berbentuk kacang yang disebut mitokondria.

Mitokondria menghasilkan sebagian besar energi yang dibutuhkan sel untuk menjalankan fungsinya. Mitokondria menyimpan energi ini dalam bentuk bahan kimia yang disebut adenosin trifosfat (ATP).

Selama perawatan PBM, partikel cahaya yang disebut foton memasuki tubuh dan berinteraksi dengan mitokondria. Jika panjang gelombang dan durasi paparan cahaya benar, tingkat ATP akan meningkat.

Ketika sel menjadi rusak, tingkat ATP-nya dapat menurun, yang mengganggu metabolisme sel dan menghambat penyembuhan. Meningkatkan ATP dalam sel dapat membantu fungsi pemulihan sel.

Rebecca Edelmayer, Ph.D., direktur senior keterlibatan ilmiah di Alzheimer’s Association, mengatakan bahwa menggunakan cahaya untuk merangsang otak adalah teknologi yang sedang berkembang, dan penelitian ini mulai mengeksplorasi penggunaannya dalam menargetkan area tertentu di otak untuk meningkatkan memori. Namun, ini adalah penelitian yang sangat kecil pada sukarelawan sehat.

“Oleh karena itu, kami tidak tahu dari pekerjaan ini saja apakah pendekatan ini akan berfungsi sebagai intervensi atau mengurangi risiko penurunan kognitif,” kata Edelmayer.

Pihaknya mulai melihat perusahaan mencari metode serupa yang tidak invasif untuk merangsang otak. Misalnya, perangkat stimulasi otak telah diterapkan pada penyakit neurodegeneratif lain seperti Parkinson untuk mencoba mencegah degenerasi sel-sel otak.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »