Jamur
0 0
Read Time:1 Minute, 38 Second

OBATDIGITAL – Rutin mengonsumsi jamur ternyata dapat mencegah berbagai penyakit. Selain dikenal dapat menurunkan risiko kanker, baru-baru ini penelitian menunjukkan jamur juga dapat mencegah depresi.

Sejumlah peneliti dari Penn State College of Medicine di Hershey, Pennsylvania, Amerika Serikat, pada Mei 2021 lalu menerbitkan hasil penelitian konsumsi jamur yang dapat menekan risiko kanker.

Belum lama ini, mereka menemukan studi jamur ketiga yang membuktikan rutin memakan jamur dalam jumlah sedang cenderung tidak mengalami depresi. Hal ini karena sifat antidepresan yang terdapat dalam jamur.

Studi yang diterbitkan di Journal of Affective Disorders ini mengambil sampel 5,2% pemakan jamur dari sebanyak 24.699 peserta, dan membaginya sesuai dengan banyaknya jamur yang mereka konsumsi. Peserta yang memakan jamur rata-rata 4,9 gram per hari menjadi kelompok yang mengalami penurunan risiko depresi.

Peneliti berkesimpulan bahwa sifat antidepresan pada jamur ada kaitan dengan senyawa spesifik yang terkandung di dalamnya.

Salah satu peneliti dari Penn State College of Medicine, Dr. Djibril Ba, Ph.D., M.P.H., menyebutkan jamur adalah sumber makanan tertinggi dari asam amino ergothioneine. Artinya, jamur mengandung anti-inflamasi yang tidak dapat disintesis oleh manusia.

“[Jamur] Memiliki tingkat [asam amino ergothioneine] tinggi ini dapat menurunkan risiko stres oksidatif, yang juga dapat mengurangi gejala depresi,” jelas Djibril dilansir dari Medical News Today, (21/10/2021).Jamur juga memiliki kandungan antioksidan yang dapat berfungsi sebagai antidepresan.

Selain itu, ada kandungan potasium khususnya dalam jamur kancing yang paling populer di Amerika Serikat. Potasium dikenal sebagai senyawa yang dapat mengurangi gangguan kecemasan.

Psikiater sekaligus Ahli Gizi lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat, Dr. Uma Naidoo, menjelaskan beberapa kandungan makanan yang dapat meningkatkan kesehatan mental.

Menurutnya, untuk mencegah depresi, ada 3 nutrisi makanan yang dibutuhkan sehari-hari, yaitu asam folat, omega-3, dan makanan fermentasi.

“Saya mendorong semua orang untuk mendapatkan banyak serat dalam makanan mereka melalui berbagai sayuran berwarna dan beri, dan memasak dengan bumbu dan rempah-rempah, untuk meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan dan mengurangi risiko menurunnya kemampuan kognitif seiring bertambahnya usia,” tutup Naidoo.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »