Kantor Eli Lilly
0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

OBATDIGITAL – Eli Lilly, perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS) bakal menghadapi persoalan seirus di ranah hukum. Persoalannya adalah penghasilannya miliaran dolar dari obat diabetesnya selama bertahun-tahun, akan terbentur oleh masalah karena ia dituding gagal membayar royalti atas obat-obatan itu.

Hal tersebut muncul di pengadilan federal di Arizona, AS. Hakim Distrik setempat Scott H. Rash memutuskan bahwa Lilly melanggar kontrak yang awalnya ditandatangani pada tahun 1990 dengan Philips Petroleum untuk melisensikan “teknologi ekspresi ragi tertentu untuk tujuan penelitian dan komersial.”

Ketika itu, seperti dilansir Fierce Pharma (22/10/2021) Lilly setuju untuk membayar royalti 2% atas penjualan produk akhir atau reagen yang dihasilkan dari lisensi, tetapi sekarang Lilly menghadapi klaim dari perusahaan lain yang gagal melakukannya.

Pada tahun 1993, Phillips menjual teknologi tersebut ke Tucson, Research Corporation Technologies (RCT) yang berbasis di Arizona, AS. Perusahaan itu mengajukan gugatan pada tahun 2016 yang menuduh Lilly belum membayar pada akhir kesepakatannya.

Dalam kasus ini, Lilly berargumen bahwa obat diabetesnya bukanlah “produk akhir” karena bukan merupakan hasil langsung dari teknologi RCT. Sebaliknya, Tucson menganggap obat-obatan Lilly adalah produk dari enzim yang disebut carboxypeptidase-B—yang dibuat dengan sistem RCT—dan bahan-bahan lainnya. Untuk itu, RCT berpendapat bahwa teknologinya sangat penting dalam memproduksi obat diabetes Lilly.

Setelah meninjau berbagai argumen dari Lily dan Tucson, Rash memutuskan bahwa obat diabetes Lilly sebenarnya adalah “produk akhir” yang tercakup dalam perjanjian. Maka, Lilly dianggap “melanggar kewajiban pelaporan dan pembayaran royalti.”

Pengadilan akan menentukan jumlah ganti rugi yang harus dibayar Eli Lilly kepada RCT di persidangan mendatang.

Seorang perwakilan Lilly mengatakan perusahaan “sangat” tidak setuju dengan keputusan tersebut dan akan “dengan kuat terus mempertahankan posisi kami.” Menurutnya, gugatan itu tidak mempengaruhi produksi atau distribusi obat-obatan Lilly yang sedang berlangsung.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »