0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

OBATDIGITAL – Memperingati Hari Osteoporosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 20 Oktober setiap tahunnya, perlu mengetahui gejala osteoporosis serta cara mengatasinya. Wanita tidak luput dari penyakit ini, khususnya bagi yang sudah memasuki masa menopause.

Keropos tulang merupakan penyakit degeneratif tulang. Ada berbagai macam penyebab, mulai dari kekurangan kalsium dan vitamin D, pengaruh hormon estrogen, hingga pola makan yang tidak sehat.

Menurut data dari National Institute of Health (NIH) yang dikutip dari The Indian Express (20/10/2021), wanita berisiko terkena osteoporosis hingga empat kali lipat dibandingkan pria. Khususnya ketika mengalami menopause dan ovarium berhenti memproduksi hormon estrogen, risiko osteoporosis akan jauh lebih tinggi.

Ginekolog dan Dokter Kandungan di CK Birla Hospital, Delhi, India, Dr Archana Pathak, menjelaskan bahwa seorang wanita bisa mengalami beberapa gejala saat sebelum maupun sesudah menopause, salah satunya adalah osteoporosis.

Osteoporosis bisa terjadi sebelum maupun sesudah menopause, meski seringkali terjadi sesudah menopause.

“Selama osteoporosis pramenopause, kepadatan mineral tulang (BMD) menjadi kurang dari standar dibandingkan dengan populasi wanita yang lebih muda,” jelas Pathak dilansir dari The Indian Express (20/10/2021).

Beberapa gejala osteoporosis pascamenopause tergolong sulit diidentifikasi. Pasalnya, penyakit ini merupakan silent disease dan tidak boleh diabaikan tanda-tanda yang dirasakan sejak awal.

Di antaranya yaitu fraktur pada tulang dengan cedera ringan sehingga tulang menjadi rapuh, rasa tidak nyaman saat melakukan gerakan tertentu, seperti saat berjalan, membungkuk, menaiki tangga, bahkan saat batuk.

Gejala lain yang mungkin dirasakan sejak awal yakni sakit di tubuh bagian bawah, terutama dekat lekukan tulang belakang. Ada juga yang mengalami gejala radang sendiri, nyeri otot, maupun gangguan keseimbangan tubuh.

“Ada beberapa alasan mengapa wanita mengalami kesulitan atau cedera terkait tulang pasca menopause, tetapi hampir setengahnya adalah alasan sekunder yang menyebabkan osteoporosis pascamenopause,” imbuh Pathak.

Beberapa penyebab utama osteoporosis antara lain faktor genetik, ukuran tulang, perubahan hormon, konsumsi alkohol dan merokok serta pola makan yang tidak sehat.

Sementara itu, untuk penyebab sekunder biasanya karena beberapa penyakit seperti diabetes, penyakit endokrin, defisiensi vitamin, gangguan fungsi hati, dan sebagainya.

Lebih lanjut Pathak mengatakan, ada berbagai cara untuk mengatasi osteoporosis pascamenopause tersebut. Ia menyebutkan ada 3 langkah yang bisa ditempuh.

Pertama, konsumsi kalsium sesuai kebutuhan tubuh. Bisa dikonsultasikan dengan dokter untuk jumlah kalsium yang dibutuhkan, karena tiap individu bisa berbeda sesuai dengan kondisi tulangnya.

Kedua, mengonsumsi makanan dan suplemen yang mengandung vitamin D, vitamin K, magnesium, serta nutrisi lain yang dapat meningkatkan kekuatan otot serta menguatkan tulang.

Terakhir, gaya hidup sehat dari pola makan yang bergizi dan rutin berolahraga untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang.

“Ada berbagai cara untuk mengobati osteoporosis pascamenopause. Wanita dengan BMD rendah (tidak ada risiko dan penyebab lain) harus menjalani beberapa pembatasan tanpa obat apa pun untuk mengobatinya. Wanita dengan BMD, faktor risiko lain, dan penyebab sekunder dapat diobati melalui obat-obatan,” tutup Pathak.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »