vaksinasi ibu hamil
0 0
Read Time:2 Minute, 40 Second

OBATDIGITAL – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengesahkan dosis booster vaksin COVID-19 keluaran Moderna dan Johnson & Johnson pada Rabu (20/10/2021). Kedua booster tersebut bersama dengan Pfizer boleh dicampur, alias menjadi kombinasi booster vaksinasi. 

Namun, tetap harus diperhatikan formula booster vaksin tersebut diperuntukan untuk siapa, dan menyesuaikan dengan kondisi tiap orang yang pasti berbeda. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) saat ini tengah mempertimbangkan otorisasi booster vaksin COVID-19 dari FDA tersebut. 

Lebih lanjut, FDA memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk booster vaksin Moderna sebanyak setengah dosis, khusus untuk orang yang sudah divaksinasi lengkap dalam kurun waktu 6 bulan dan berusia 65 tahun, atau yang berusia 18 tahun dan rentan terpapar virus SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome-Related Coronavirus 2) di tempat kerja. 

Sedangkan booster vaksin Johnson & Johnson diperuntukan bagi siapa saja yang telah mendapatkan vaksin tersebut berusia 18 tahun ke atas dalam kurun waktu 2 bulan. Untuk booster vaksin Pfizer, aturannya serupa dengan booster vaksin Moderna.

Pejabat Komisaris FDA, Dr Janet Woodcock mengatakan, ketersediaan booster yang telah disahkan FDA ini penting untuk perlindungan berkelanjutan terhadap virus COVID-19. Pasalnya, FDA menemukan data berkurangnya tingkat kekebalan pada populasi yang telah divaksinasi lengkap. 

“Seiring pandemi terus berdampak pada negara, ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa vaksinasi terus menjadi cara teraman dan paling efektif untuk mencegah COVID-19, termasuk konsekuensi paling serius dari penyakit ini, seperti rawat inap dan kematian,” jelas Janet dalam pernyataan tertulis dikutip dari CNN.com (20/10/2021).

FDA memutuskan untuk mengizinkan kombinasi penggunaan booster vaksin COVID-19 ini setelah peneliti di National Institutes of Health menunjukkan temuan terbaru. Mencampur vaksin yang berbeda dianggap aman dan dapat memperlihatkan hasil yang baik. 

Dalam sebuah pernyataan tertulis, dijelaskan bahwa penerima vaksin Janssen (Johnson & Johnson) COVID-19 yang berusia 18 tahun ke atas dapat menerima satu dosis booster Vaksin Janssen COVID-19, vaksin Moderna COVID-19 (setengah dosis) atau vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech setidaknya dua bulan setelah menerima vaksinasi utama Janssen. 

Sementara untuk Moderna dan Pfizer, pernyataan tertulis FDA menyebutkan penerima vaksin Moderna COVID-19 dan vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 masuk dalam salah satu kategori resmi untuk booster (berusia 65 tahun ke atas, 18 hingga 64 tahun dengan risiko tinggi terpapar COVID-19 yang parah) dan 18 hingga 64 tahun dengan risiko terpapar SARS-CoV-2 di tempat kerja) dapat menerima dosis booster vaksin dari Moderna COVID-19 (setengah dosis), booster vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 atau Janssen setidaknya enam bulan setelah vaksinasi lengkap. 

Direktur Divisi Vaksin, Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologis FDA, Dr Peter Marks menuturkan, campuran vaksin yang telah mendapat autorisasi FDA akan mempermudah semua orang dalam mendapatkan perlindungan terhadap COVID-19.

FDA juga akan mempertimbangkan untuk menurunkan rentang usia yang boleh menerima suntikan booster vaksin jika data terkait keamanannya sudah terkumpul. 

Pihaknya ingin memastikan bahwa jika menggunakan booster di semua rentang usia, benar-benar membuat manfaat lebih besar daripada risiko apa pun.

‘Kami tidak akan ragu untuk menurunkan rentang usia ini karena kami melihat manfaat ini lebih besar daripada risikonya, dan karena otoritas EUA (izin penggunaan darurat) yang kami miliki, kami dapat melakukannya dalam waktu yang relatif cepat,” tutup Marks. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »