kantor Johnson & Johnson
0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

OBATDIGITAL – Johnson & Johnson, perusahaan farmasi asal New Jersey, Amerika Serikat, berhasil meraup penjualan obat-obatan mencapai angka US$ 13 miliar. Perusahaan yang telah berdiri selama 130 tahun tersebut sukses meningkatkan penjualan hingga 14%.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari situs Contract Pharma (19/10/2021), penjualan obat-obatan Johnson & Johnson di kuartal ketiga ini berasal dari sejumlah produk unggulan mereka. Di antaranya seperti Darzalex, obat multiple myeloma, yakni kanker yang menyerang sel plasma di sumsum tulang.

Ada juga obat Stelara yang mengatasi penyakit kekebalan tubuh yang menyebakan pembengkakan, serta Tremfya yaitu pengobatan psoriasis artritis.Selain itu, ada juga obat kanker prostat keluaran Johnson & Johnson yang diberi label Erleada, yang bekerja dengan menghambat reseptor androgen.

Ada pula beberapa obat antipsikotik atipikal injeksi untuk pengobatan jangka panjang pasien dengan skizofrenia, di antaranya Invega Sustenna atau dikenal juga dengan nama Xeplion. Obat lain yang tidak kalah penting berkontribusi dalam peningkatan penjualan Johnson & Johnson adalah Opsumit.

Obat tersebut khusus untuk pengidap hipertensi arteri pulmonal. Lebih lanjut, vaksin COVID-19 turut mendongkrak penjualan perusahaan farmasi yang memiliki 130.000 karyawan tersebut.

Penjualan vaksin COVID-19 Johnson & Johnson menembus angka US$ 502 juta.

“Pertumbuhan ini sebagian diimbangi oleh penurunan penjualan Remicade di Amerika Serikat, obat biologis yang disetujui untuk pengobatan sejumlah penyakit inflamasi yang dimediasi kekebalan, dan Invokana untuk pengobatan diabetes tipe 2,” demikian laporan yang dikutip dari situs Contract Pharma, (19/10/2021).

Sementara itu, untuk anggaran biaya riset dan pengembangan Johnson & Johnson meningkat 21% pada kuartal ketiga, mencapai US$ 3,4 miliar.

Saat ini pihak perusahaan tengah mengajukan amandemen otorisasi penggunaan darurat booster vaksin COVID-19 ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Beberapa obat-obatan Johnson & Johnson yang telah disetujui FDA di antaranya yaitu Invega untuk mengobati pasien skizofrenia, Xarelto untuk pasien arteri perifer, serta Uptravi untuk pengidap penyakit hipertensi pulmonal.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »