pemeriksaan covid-19di salah satu bandara
0 0
Read Time:2 Minute, 26 Second

OBATDIGITAL – Kecerdasan buatan atau yang dikenal dengan artificial intelligence (AI) terbaru keluaran Singapura ternyata sangat membantu tenaga medis menangani pasien COVID-19 yang isoman di rumah. Kasus COVID-19 yang tengah melonjak di negara tersebut membuat nakes kewalahan. 

Kehadiran startup kesehatan berbasis AI, membantu di tengah krisis pandemi. Bot pintar yang bernama Bot MD ini memiliki kemampuan membantu dokter untuk memantau pasien COVID-19 dari jarak jauh, seperti memantau detak jantung dan kadar oksigen.

Selama percobaan, pasien diminta untuk memperbarui secara berkala kondisi vital tubuh mereka melalui aplikasi pengirim pesan, salah satunya WhatsApp. Nantinya akan ada notifikasi yang terhubung ke dokter atau perawat untuk menangani pasien, khsusunya dengan kondisi darurat seperti kadar saturasi oksigen yang di bawah normal. 

Kepala Eksekutif dan Pendiri Bot MD, Dorothea Koh mengatakan, setidaknya sudah ada sekitar 16.000 pasien yang isoman di rumah per hari Sabtu (16/10/2021). Jasa penyedia telemedisin dan rumah sakit pun terus memantau pasien secara manual. Tentunya akan lebih mudah jika ada bot pintar yang membantu nakes menangani pasien. Selain lebih menghemat waktu, akan lebih nyaman juga bagi pasien dan dokter dalam berinteraksi.

“Oleh karena itu bot Bot MD Care dapat membantu dokter untuk melakukan triase pengiriman ini untuk fokus pada pasien yang mungkin memerlukan perhatian medis, yang membantu mereka merampingkan operasi telemedicine mereka,” jelas Koh dikutip dari The Straits Times, (17/10/2021).

Sistem Kesehatan Universitas Nasional Singapura (NUHS) bekerja sama dengan Bot MD dalam program percobaan untuk memantau pasien yang telah pulih dari COVID-19 di rumah. Bot MD telah diprogram untuk dapat menjawab pertanyaan mendasar terkait pemulihan di rumah. 

Koh menambahkan, pengingat otomatis dan beragam perintah juga dapat diatur untuk memastikan pasien melaporkan tanda-tanda vital. Tidak hanya Bot MD, ada juga bot pintar lain yang dikembangkan bersama NUHS, yaitu SGDormBot. Bot tersebut membantu pasien yang terpapar COVID-19 untuk memantau temperatur tubuh, detak jantung, serta kadar saturasi oksigen dalam bahasa ibu masing-masing pasien. 

Telekonsultasi kesehatan memang menjadi andalan Singapura. Penggunaan bot di berbagai asrama sempat menjadi artikel penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal. Hasilnya, bot pintar sangat membantu penghuni asrama memantau kondisi tubuh mereka. Dari sebanyak 96 kasus telekonsultasi, 7 kasus darurat dilayani di fasilitas kesehatan terdekat, sedangkan 18 kasus diidentifikasi untuk dilakukan konsultasi secara fisik di tempat. 

“Salah satu kesimpulan utama kami dari penelitian ini adalah keterlibatan dengan bot sangat tinggi, dan itu dapat digunakan untuk mengelola penyakit kronis,” imbuh Koh. 

Sejak bulan Mei 2021 lalu, perusahaan bot pintar Singapura telah bekerja sama dengan rumah sakit di Indonesia untuk segera meluncurkan botnya. Tidak hanya memantau pasien COVID-19, ke depannya Bot MD juga akan diprogram untuk dapat memantau pasien pengidap tuberkulosis, HIV, dan stunting. Bot MD secara khusus akan menyasar kawasan Asia Tenggara.

“Banyak perawat yang terkena Covid-19, ada krisis tenaga kerja dan ada populasi pasien yang besar. Bot kami membantu mereka memprioritaskan mereka yang membutuhkan bantuan,” tutup Koh. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »