0 0
Read Time:1 Minute, 30 Second

OBATDIGITAL – Menurut studi terbaru, pestisida yang tersedia secara umum telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal kronis (CKD).

Itu setelah periset melakukan studi risiko disfungsi ginjal pada 41.847 orang dengan menggunakan data dari Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional AS (NHANES).

Professor Nicholas Osborne mengatakan penelitian tersebut menemukan orang yang terpapar insektisida Malathion dalam jumlah yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai Maldison di Australia, memiliki risiko disfungsi ginjal 25 persen lebih tinggi.

“Hampir satu dari 10 orang di negara berpenghasilan tinggi menunjukkan tanda-tanda CKD, yaitu kerusakan ginjal permanen dan hilangnya fungsi ginjal,” ucap Osborne.

Faktor risiko mengembangkan CKD termasuk usia, hipertensi dan diabetes.

Osborne mengatakan CKD tanpa penyebab yang diketahui meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah seperti India, Sri Lanka dan Mesoamerika.

“Awalnya, diduga kondisi tersebut terkait dengan tempat kerja pertanian melalui paparan tekanan panas, dehidrasi, penyemprotan pestisida, logam berat dan bahan kimia pertanian,” ujar Osborne.

Namun, pencemaran lingkungan, residu pestisida dan obat-obatan herbal yang berpotensi mengandung logam berat juga dapat berkontribusi terhadap CKD.”

Penyebab peningkatan CKD masih belum diketahui tetapi penyemprotan pestisida tanpa alat pelindung diri (APD) dan bekerja dengan tanah yang terkontaminasi telah disarankan sebagai jalur paparan yang mungkin.

Osborne mengatakan studi UQ adalah yang pertama memberikan bukti yang menghubungkan Malathion dengan risiko kesehatan ginjal yang buruk pada manusia.

“Temuan ini menyarankan kita harus membatasi paparan pestisida, bahkan dalam dosis yang sangat kecil, karena paparan kronis dapat menyebabkan hasil kesehatan yang negatif,” kata Osborne.

“Kami akan terus menyelidiki apakah pestisida lain mungkin terlibat dan berencana untuk mengumpulkan data tentang perilaku petani Sri Lanka untuk memeriksa tingkat keterpaparan mereka saat menggunakan pestisida di lapangan.”

Malathion dilisensikan untuk digunakan di bidang pertanian, area rekreasi domestik dan publik sebagai bagian dari program pemberantasan nyamuk dan lalat buah, dan juga dapat ditemukan di beberapa perawatan kutu kepala topikal.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »