0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

OBATDIGITAL – Perusahaan farmasi asal India, Laboratorium Dr. Reddy, akhirnya memasok obat kanker pertama ke pasar Cina. Tingkat kematian yang cukup tinggi di Cina akibat kanker membuat permintaan obat kanker juga kian melambung.

India dan Cina telah menandatangani kontrak perjanjian kerja sama untuk penjualan obat kanker Abiraterone. Duta besar India, Vikram Misri mengumumkannya melalui cuitan di media sosial Twitter pada (13/10/2021).

“Beberapa kabar baik minggu ini – sebuah terobosan untuk industri farmasi India di Cina karena Abiraterone dari Laboratorium Dr Reddy menjadi obat anti kanker pertama dari India yang masuk ke pasar Cina,” cuit Vikram Misri dilansir dari situs Business Today India, (14/10/2021).

Abiraterone Acetate merupakan obat untuk mengatasi kanker prostat. Abiraterone tersebut pertama kali dirilis di Amerika Serikat pada tahun 2020 lalu setelah mendapat izin penggunaan dari FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat).

Obat ini versi generik yang bersaing dengan obat serupa keluaran Johnson & Johnson, Zytiga.Selain Cina, Laboratorium Dr. Reddy juga memasok obat-obatan ke sejumlah negara, seperti di kawasan Eropa termasuk Rusia, dan Amerika Serikat.

Perusahaan farmasi tersebut menjadi pemain baru di pasar obat Cina, dan menargetkan peluncuran 60 produk untuk portofolio.Berdasarkan data yang dikutip dari situs News on Air India (14/10/2021), Jurnal Medis Cina menyebutkan bahwa negara tersebut menyumbang kasus kanker prostat hingga 24% dan angka kematian hingga 30% akibat kanker di seluruh dunia pada 2020 lalu.

Sebelumnya pada 2018, Beijing dan New Delhi telah menyepakati untuk memangkas tarif impor obat-obatan dari India, termasuk di antaranya obat anti-kanker, karena harganya yang lebih murah dibandingkan varian dari negara barat.Perdagangan bilateral antara India dan Cina memang bisa dikatakan cukup menguntungkan di bidang farmasi.

Hingga akhir September 2021, tercatat nilai perdagangan kedua negara tersebut mencapai US$ 90,37 miliar, atau meningkat sebesar 49,3% year-on-year (YoY). Cina memasok besar-besaran peralatan untuk membantu India mengatasi gelombang COVID-19 yang cukup parah beberapa waktu lalu, seperti konsentrator oksigen. Sebaliknya, ekspor India ke Cina pun meningkat 42,5% atau sebesar total US$ 21,91 miliar.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »