0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

OBATDGITAL – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru-baru ini membatalkan izin edar 27 produk yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) yang berbahaya jika dikonsumsi. Tidak hanya membatalkan izin edar, BPOM juga memusnahkan ke-27 produk tersebut. 

Produk-produk yang mengandung BKO itu mencakup suplemen kesehatan serta obat tradisional dengan nilai hingga mencapai Rp 21,5 miliar. Ini merupakan bagian dari tugas BPOM untuk memastikan keamanan produk obat-obatan, kosmetik serta suplemen kesehatan yang beredar di masyarakat.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Reri Indriani mengatakan, BPOM melakukan pemusnahan produk mengandung BKO tersebut sebagai tindak lanjut dari serangkaian tahapan yang dilakukan sebelumnya, di antaranya sampling atau pengambilan contoh produk, serta pengujian produk dan pemantauan efek samping. 

“Telah dilakukan pemusnahan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan dengan nilai keekonomian Rp 21,5 miliar dan pembatalan 27 nomor izin edar produk,” ujar Indriani dalam konferensi pers dikutip dari CNN Indonesia, (13/10/2021).

Indriani menjelaskan, BPOM telah melakukan sampling dan pengujian produk selama bulan Juli 2020 hingga September 2021 melalui 73 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia. BPOM juga memeriksa 3.382 fasilitas produksi dan distribusi suplemen kesehatan serta obat tradisional. Sedangkan untuk kosmetika yang telah diperiksa BPOM sebanyak 4.862 fasilitas produksi dan distribusi. Ada 18 nomor izin edar kosmetik yang resmi dicabut BPOM. 

“BPOM melakukan pemusnahan produk (kosmetik) dengan nilai keekonomian sejumlah Rp 42 miliar. Putusan pengadilan tertinggi untuk kasus kosmetik itu berupa pidana penjara selama dua tahun dan denda sebanyak Rp 25 juta subsider dua bulan kurungan,” imbuh Indriani. 

Lebih lanjut Indriani mengatakan, BPOM telah melakukan tindak lanjut produk obat-obatan dan kosmetik yang mengandung BKO berbahaya. Temuan tersebut berdasarkan laporan dari otoritas pengawas obat dan makanan negara lain. 

“Semua produk yang dilaporkan melalui mekanisme laporan dari otoritas pengawas obat dan makanan negara lain tersebut merupakan produk yang tidak terdaftar di Badan POM,” lanjutnya.

Berdasarkan laporan terkait temuan obat dan kosmetik tersebut, ada 202 obat tradisional serta 97 kosmetik yang mengandung BKO berbahaya. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mengecek izin edar BPOM pada produk obat-obatan, suplemen kesehatan maupun kosmetik sebelum menggunakannya. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »