kantor AstraZeneca
0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

OBATDIGITAL – Perusahaan farmasi dan bioteknologi Inggris-Swedia, AstraZeneca, tengah fokus pada penyakit tidak menular atau non-communicable disease (NCD).

Pasalnya, selain pandemi COVID-19 yang masih ada hingga saat ini, penyakit tidak menular juga menjadi salah satu faktor terbesar penyumbang kematian di seluruh dunia.

Direktur PT AstraZeneca Indonesia, Rizman Abudaeri menuturkan, seiring dengan bonus demografi saat ini, Indonesia sedang mengalami double burden, atau beban ganda. Selain penyakit menular, ada juga penyakit tidak menular yang cukup berbahaya dan perlu dicegah sejak dini.

“Indonesia hari ini mengalami double burden, atau dobel beban. Pertama adalah beban penyakit menular, kedua juga penyakit tidak menular. Dari data, sebanyak 73% kematian berasal dari penyakit tidak menular. Pentingnya kita menghindari penyakit tidak menular sejak dini,” jelas Rizman dalam acara virtual #GirlsTakeOver Kerja Sama AstraZeneca dan PLAN International, (14/10/2021).

Lebih lanjut Rizman menuturkan, AstraZeneca juga akan fokus di penanganan penyakit tidak menular. Khususnya di bidang edukasi masyarakat dan kaum muda melalui berbagai program yang sedang dikampanyekan.

Ada tiga kelompok penyakit tidak menular yang menjadi prioritas AstraZeneca dalam program peningkatan kesehatan.

Pertama, golongan penyakit metabolik seperti diabetes dan kardiovaskular. Kedua, penyakit onkologi atau yang ditimbulkan oleh kanker, dan selanjutnya penyakit pernafasan.

“Kita mengkhususkan pada 3 hal ini adalah penyakit yang sangat penting, di antaranya penyakit metabolik, seperti diabetes, kardiovaskular, juga penyakit onkologi, serta penyakit yang berhubungan dengan pernafasan.”

Ini sangat penting, tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia, fokus pada ketiga penyakit tidak menular tersebut yang burdennya paling tinggi,” imbuh Rizman.

Saat ini AstraZeneca dan PLAN International bekerja sama dalam Young Health Programme (YHP), mengajak anak muda berusia 10 hingga 24 tahun untuk memerangi penyakit tidak menular. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kesadaran tentang gaya hidup sehat dan melatih jiwa kepemimpinan.

YHP bertujuan mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, penyakit pernafasan, dan juga gangguan kesehatan mental.

Sejauh ini, YHP telah menjangkau lebih dari 30 negara dan 12 juta anak muda dalam mengedukasi perilaku yang berisiko menyebabkan penyakit tidak menular tersebut.

Uniknya, AstraZeneca termasuk salah satu perusahaan farmasi dan bioteknologi yang menjunjung tinggi kesetaraan jender serta peran perempuan dalam manajemen. Melalui program inklusif yang mengutamakan keberagaman, AstraZeneca memberikan kesempatan pada setiap orang di perusahaan untuk dapat mengutarakan pendapat yang konstruktif di bidang kesehatan.

Hal ini yang menurutnya turut mendukung kemajuan AstraZeneca dalam menghasilkan berbagai inovasi.”AstraZeneca punya program inclusion and diversity yang sedang dikampanyekan.

Salah satunya program speak up untuk berbicara, apa saja yang konstruktif dan inovatif. Tidak mengenal jender, posisi, semua harus bisa berbicara. Tidak ada diskriminasi. Hasilnya, kepemimpinan di tingkat manajerial sudah seimbang antara laki-laki dan perempuan,” papar Rizman.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »