aktivitas pembuatan obat
0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

OBATDIGITAL – Indonesia digadang-gadang siap untuk bersaing menjadi salah satu pusat manufaktur vaksin atau hub untuk vaksin mRNA (messenger ribo nucleic acid) COVID-19 di kawasan Asia Pasifik. Namun, apakah Indonesia benar-benar sudah siap?

Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri Penny D Herasati, mengatakan bahwa Indonesia siap menjadi salah satu pusat manufaktur vaksin mRNA. Indonesia bersaing dengan negara benua Asia lainnya, yakni Korea Selatan dan India. Rencana pusat manufaktur vaksin mRNA ini merupakan gagasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan kekebalan kelompok.

“Platform mRNA ini adalah teknologi yang paling cepat untuk menghasilkan vaksin. Karena itu semua negara mengejar teknologi dengan platform ini. Saat ini posisi kita bersaing dengan India dan Korsel,” ujar Penny di acara media gathering, (12/10/2021).

Lebih lanjut Penny menjelaskan, WHO telah membuka pusat manufaktur vaksin mRNA di beberapa negara, salah satunya di Afrika Selatan yang menjadi prioritas karena minimnya produksi vaksin di kawasan tersebut.

Nantinya, pusat manufaktur vaksin mRNA yang ada di kawasan Asia Pasifik akan menjadi tempat transfer teknologi dan pusat pelatihan. Produksi vaksin menjadi langkah selanjutnya.”Jadi belum untuk produksinya.

Produksi vaksin itu langkah selanjutnya. Kita belum ke situ dan yang direncanakan WHO adalah pusat pelatihan dan transfer knowledge. Di mana para ilmuwan-ilmuwan dari negara-negara di Asia akan datang untuk dilatih dan mendapatkan transfer teknologi platform mRNA. Di situ akan dilakukan pelatihan dan para peneliti ini pulang ke negara masing-masing,” ujar Penny.

Indonesia memiliki beberapa kelebihan yang menjadi pertimbangan WHO sebagai pusat manufaktur vaksin mRNA.

Selain syarat teknis, Indonesia juga memiliki kemampuan farmasi yang mumpuni dengan Bio Farma sebagai salah satu perusahaan farmasi unggulan. Penanganan COVID-19 yang dilakukan oleh Indonesia juga menjadi salah satu kelebihan tersendiri.

Pasalnya, Indonesia termasuk negara berkembang yang cukup baik dalam mengatasi pandemi COVID-19 serta berperan aktif dalam ketersediaan vaksin di kawasan negara berkembang lainnya.

“Kalkulasinya di berbagai bidang, Indonesia senantiasa aktif untuk kepentingan negara berkembang itu juga menjadi poin. Dan banyak lagi poin nilai kebijakan yang berkontribusi pada keberhasilan Indonesia untuk ditunjuk sebagai hub,” tutup Penny.

Saat ini Indonesia tengah mempersiapkan due diligence atau proses teknis. Pengumuman terkait keputusan WHO dalam menetapkan pusat manufaktur vaksin mRNA ini akan dirilis pada awal tahun 2022 mendatang.

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »