selective focus photo of salt in glass jar
0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

OBATDIGITAL – Siapa sangka konsumsi garam dalam jumlah banyak bisa menyebabkan kematian? Penelitian menunjukkan, konsumsi garam berlebih menjadi penyebab 1,6 juta kasus kematian di seluruh dunia tahun 2021 ini. Sekitar empat dari lima kematian terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, pada orang yang berusia di bawah 70 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan asupan garam harian tidak lebih dari 5 gram. Namun ternyata tidak mudah untuk mengurangi konsumsi garam, khususnya bagi masyarakat yang menyukai masakan berbumbu dengan rasa cenderung asin.

Penelitian terbaru New England Journal of Medicine membeberkan fakta garam rendah sodium lebih sehat untuk dikonsumsi, sehingga menyelamatkan lebih banyak nyawa. Garam rendah kadar sodium mengandung kadar natrium yang lebih sedikit, tetapi memiliki rasa yang mirip garam biasa.

Garam rendah sodium ini dikenal juga dengan garam kalium. Garam kalium dikatakan dapat menurunkan risiko kematian hingga 12%. Selain itu, menurunkan risiko penyakit jantung dan kardiovaskular serta stroke hingga 14%. 

Dikutip dari situs CNN (10/10/2021), studi garam tersebut dilakukan selama 5 tahun dan melibatkan 21.000 orang yang memiliki riwayat penyakit stroke atau tekanan darah yang tidak terkontrol. Hasilnya, garam kalium yang rendah kadar sodium tersebut dapat mencegah serangan jantung dan stroke, serta menjadi garam pengganti yang mudah diterima oleh masyarakat serta tidak menimbulkan efek samping serius.

“Pengganti garam rendah sodium adalah jalan yang terbukti untuk menyelamatkan nyawa dan uang. Ini adalah solusi kebijakan yang sedikit membebani pemerintah, mudah diterapkan, mengurangi biaya perawatan kesehatan, dan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi dan masyarakat,” demikian pernyataan yang dikutip dari situs berita CNN.com (10/10/2021).

Hasil penelitian garam kalium tersebut diharapkan dapat disikapi dengan insentif kebijakan yang tepat, misalnya untuk memastikan harganya tetap terjangkau dan mudah diakses sebagai alternatif garam biasa. Pemerintah diharapkan dapat mempromosikan manfaat garam rendah sodium tersebut, memberikan subsidi serta insentif bagi produsen.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga menyarankan adanya label peringatan kandungan garam tinggi di kemasan makanan. Penggunaan garam rendah sodium juga ke depan diharapkan akan digunakan oleh restoran serta jasa penyedia makanan. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »