kantor Johnson & Johnson
0 0
Read Time:2 Minute, 47 Second

OBATDIGITAL – PT Johnson & Johnson Indonesia (J&J) bekerja sama dengan Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (Pusat KPMAK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan rangkaian webinar virtual bertemakan ’Indonesia Maju dengan Kesehatan Jiwa Terpadu’, Webinar itu digelar untuk menyambut Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang jatuh setiap tanggal 10 di bulan ini.
 
Dalam webinar itu, Sawan Malik, Presiden Direktur J&J mengatakan bahwa upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan mental menjadi lebih menantang selama pandemi COVID-19. Seperti penyakit kronis lainnya, kesetaraan untuk pasien skizofrenia dan masalah kesehatan mental lainnya penting dan Indonesia memiliki banyak sumber daya untuk mencapainya. Diperlukan manajemen kesehatan jiwa yang komprehensif berdasarkan pendekatan seumur hidup untuk mencapai pemerataan melalui jaminan kesehatan universal.

“Di Johnson & Johnson kami telah bermitra dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait dalam upaya mendukung peningkatan kesehatan masyarakat dan kami berkomitmen untuk terus melakukannya. Dan dalam upaya membantu mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, kami sangat senang menjadi bagian dari webinar kesehatan jiwa pada hari ini yang bertemakan ‘Indonesia Maju dengan Kesehatan Jiwa Terpadu’ bersama rekan-rekan kerja yang terhormat dari Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (Pusat KPMAK), UGM,” ujarnya dalam rilis yang diterima OBATDIGITAL (8/10/2021).
 
Gangguan jiwa merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang paling signifikan di Indonesia. Tanpa kesehatan mental yang baik, orang merasa tidak mampu atau kurang mampu melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, termasuk perawatan diri, pendidikan, pekerjaan dan partisipasi dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, investasi dalam kesehatan jiwa terpadu sangat penting untuk keberlanjutan kebijakan kesehatan dan sosial ekonomi di negara ini.
 
Prevalensi masalah kesehatan jiwa di masyarakat Indonesia cukup besar dan menimbulkan beban kesehatan yang signifikan. Hasil RISEKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018 menunjukkan prevalensi rumah tangga dengan anggota yang menderita skizofrenia/psikosis sebesar 7/1000 sementara gangguan mental emosional pada remaja berusia >15 tahun sebesar 9,8%.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2013. Sebagian dari masalah kesehatan jiwa tersebut berlangsung lama (kronik) sehingga membutuhkan kesinambungan layanan dan pencegahan kekambuhan di masyarakat, sedangkan sebagian lagi dapat dicegah keberadaannya melalui upaya promotif dan preventif.
 
“Mari bahu membahu untuk lebih memberikan investasi kepada tatakelola kesehatan jiwa, tidak hanya pemberian terapi medis komprehensif, namun terus memperkuat tata layanan kesehatan jiwa yang bebasis komunitas dengan dukungan rehabilitasi sosial sehingga dapat membantu pasien skizofrenia menjadi individu yang produktif,” ucap Sawan.
 
Kesejahteraan jiwa adalah komponen mendasar dari definisi kesehatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini memungkinkan orang untuk menyadari potensi mereka, mengatasi tekanan hidup yang normal, bekerja secara produktif dan berkontribusi pada komunitas mereka.

Kesehatan jiwa sangatlah penting dan Indonesia memiliki jalan panjang untuk mencapainya. Diperlukan manajemen kesehatan jiwa yang komprehensif berdasarkan pendekatan seumur hidup untuk mencapai pemerataan melalui jaminan kesehatan universal.
 
Sementara itu, Global Community Impact (GCI) J&J – diwakili oleh Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs dan Indonesia Community Impact Lead dari J&J Indonesia, – turut berbagi informasi terkait inisiatif kesehatan mental berbasis komunitas di Indonesia yang juga dikenal sebagai Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat untuk Deteksi Dini dan Reintegrasi Skizofrenia (Community Health Empowerment for Early-Detecting and Reintegrating of Schizophrenia / CHEERS).
 
Proyek berbasis komunitas ini dikelola oleh Lentera dan bekerja melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) – yang diwakili oleh Dr. Esty Febriani, M.Kes pada saat webinar – di tingkat pusat dan cabang di dua kabupaten (Sidoarjo dan Ponorogo) Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada penderita skizofrenia.
 

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »