0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

OBATDIGITAL – Singapura terus berupaya mengatasi lonjakan kasus COVID-19 yang meembus angka hampir 4.000 kasus baru. Lonjakan itu terjadi meski sebagian warganya sudah divaksinasi. Salah satunya dengan memesan molunipiravir, obat antibodi COVID-19 bikin Merck.

Kurang dari seminggu setelah Merck dan Ridgeback merilis data luar biasa tentang keefektifan obat eksperimental COVID-19 molnupiravir, terburu-buru untuk mengunci persediaan. Selain Singapura, Australia dan Korea Selatan mengumumkan kesepakatan dengan Merck untuk mengamankan obat tersebut.

Selain itu, Perusahaan dikatakan sedang dalam pembicaraan dengan beberapa negara lain termasuk Jerman, Malaysia dan Thailand, serta kabarnya juga Indonesia.

Pemesanan itu tetap dilakukan meskipun, seperti dilansir Fierce Pharma (6/10/2021), Merck membebankan biaya yang berlebihan untuk terapi tersebut. Misalnya, seperti dilaporkan The Independent, alam perjanjian pasokan perusahaan dengan Amerika Serikat (AS), Merck membebankan biaya 40 kali lipat dari biaya produksi obat tersebut,

Laporan tersebut mengutip analisis oleh Harvard School of Public Health dan King’s College Hospital di London, yang menemukan bahwa dibutuhkan sekitar US$17,74 untuk menghasilkan molnupiravir selama lima hari. Awal tahun ini, Merck setuju untuk memasok 1,7 juta kursus ke pemerintah AS masing-masing seharga US$700.Namun ketika dikonfirmasi, pihak Merck belum memberikan jawaban.

Obat, yang awalnya dikembangkan untuk mengobati flu, telah terbukti mengurangi kemungkinan rawat inap akibat COVID-19 hingga 50%. Sejak pendanaan federal memicu pengembangan awal, biayanya mendapat kecaman sementara perdebatan yang lebih besar berputar di negara itu tentang harga obat.

Para peneliti di Universitas Emory menemukan obat itu dan melisensikannya ke Ridgeback tahun lalu. Ridgeback mencoba mendapatkan lebih banyak dana pemerintah, salah satu pendiri perusahaan Wendy Holman baru-baru ini mengatakan kepada CNBC. Ketika upaya itu gagal, Ridgeback beralih ke Merck. Pada Mei 2020, Merck meluncurkan kesepakatan untuk mengambil hak global eksklusif.

Nilai molnupiravir adalah dapat dikonsumsi dalam bentuk pil. Terapi COVID lainnya perlu diberikan melalui infus.

Sementara itu, negara-negara berbondong-bondong membeli obat flu Merck untuk mengamankan dosis pengobatan, meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) belum menyeyujui.

Australia mengatakan telah membeli 300.000 kursus. Di Korea Selatan, Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan negaranya telah menandatangani kesepakatan untuk 20.000 kursus dan sedang mencari untuk membeli obat antivirus lainnya. Singapura juga telah mencapai kesepakatan dengan Merck.

Merck mengatakan pihaknya merencanakan pendekatan harga berjenjang berdasarkan kriteria pendapatan negara. Untuk mendukung produksi molnupiravir dalam jumlah besar dan lebih hemat biaya, Merck telah membuat perjanjian dengan beberapa produsen India termasuk Aurobindo, Cipla, Dr. Reddy’s, Emcure, Hetero, Sun Pharma dan Torrent.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »