0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

OBATDIGITAL – Para ibu hamil harus lebih jeli lagi dalam memilih obat-obatan yang boleh dikonsumsi selama masa kehamilan. Pasalnya, berdasarkan penelitian terbaru dari Universitas Yale, Amerika Serikat, acetaminophen jadi salah satu obat yang berbahaya bagi perkembangan janin.

Sebanyak 13 peneliti mengatakan bahwa obat penghilang rasa sakit yang mengandung acetaminophen dapat mengganggu janin yang sedang berkembang. Pernyataan tersebut merupakan konsensus yang tertera dalam jurnal Nature Review Endocrinology, didukung oleh 91 dokter, peneliti, serta pakar kesehatan di seluruh dunia.

Ahli Kesehatan Lingkungan pada Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Yale Amerika Serikat, Profesor Zeyan Liew, menuturkan acetaminophen turut berkontribusi menimbulkan berbagai efek samping organ reproduksi laki-laki, serta memicu masalah kognitif anak-anak dalam beberapa tahun terakhir, khususnya mengganggu pertumbuhan janin.

“Laboratorium kami adalah salah satu yang pertama melaporkan potensi efek berbahaya dari acetaminophen pada perkembangan otak janin dalam studi kohort manusia longitudinal yang besar. Sudah waktunya untuk mengambil bukti yang berkembang dengan serius dan mempertimbangkan tindakan pencegahan,” jelas Liew dilansir dari situs futurity.org

Acetaminophen merupakan senyawa kimia yang kerap kali digunakan sebagai pereda nyeri dan demam. Bahan aktif tersebut terkandung dalam 600 jenis obat.

Otoritas pemerintah di Eropa dan Amerika Serikat sudah sejak lama menganggap acetaminophen tidak terlalu berisiko jika dikonsumsi selama kehamilan, namun baru-baru ini mulai ada kekhawatiran potensi efek samping pada anak-anak yang terpapar acetaminophen sebelum lahir.

Penelitian terbaru menunjukkan, sekitar 50% hingga 60% ibu hamil di Amerika Serikat menggunakan acetaminophen.

Para peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat Yale Amerika Serikat sedang serius meneliti efek keamanan obat acetaminophen tersebut. Penelitian yang mereka lakukan antara lain mencakup studi epidemiologi asupan acetaminophen selama kehamilan dengan peningkatan risiko gangguan attention deficit hyperactivity (ADHD), serta gangguan fungsi kognitif pada janin. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah mengeluarkan peraturan yang membatasi produk obat yang mengandung acetaminophen untuk orang dewasa, dengan dosis tidak lebih dari 325 mg per tablet atau kapsul.

Sebelumnya, pada tahun 2015 FDA juga telah meninjau laporan mengenai keamanan resep dan obat nyeri yang dijual bebas jika digunakan saat kehamilan, termasuk di antaranya acetaminophen.

Lebih lanjut, FDA memberikan rekomendasi pada ibu hamil agar tidak mengonsumsi obat kecuali jika diharuskan secara medis dan telah berkonsultasi dengan dokter maupun apoteker yang berkompeten. Kemudian, ibu hamil juga dianjurkan menggunakan dosis efektif terendah dalam durasi waktu pengobat yang sesingkat mungkin. 

,

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »