Pasien kanker yang dikemoterapi
0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

OBATDIGITAL – Seperti juga obat COVID-19 yang mengandalkan beberapa obat yang sudah ada sebelumnya, beberapa ilmuwan juga berharap ada obat yang sudah ada bisa digunakan untuk penyembuhan alzheimer, salah satu jenis penyakit saraf yang umumnya menyerang 50 juta orang lanjut usia, seperti obat kanker Axitinib.

Salah satunya, Axitinib, obat yang dikenal obat kemoterapi untuk penderita kanker, berdasarkan studi ilmwuan Universitas British Columbia, Kanada, dapat dimanfaatkan untuk penyembuhan alzheimer.

Dalam ujicoba pada hewan, tikus dengan penyakit alzheimer yang menjalani terapi tidak hanya menunjukkan pengurangan pembuluh darah dan penanda Alzheimer lainnya di otak mereka, mereka juga tampil sangat baik dalam tes yang dirancang untuk mengukur pembelajaran dan memori.

“Kami benar-benar sangat gembira, karena temuan ini menunjukkan bahwa kami dapat menggunakan kembali obat anti kanker yang disetujui untuk digunakan sebagai pengobatan penyakit Alzheimer,” kata Profesor Wilf Jefferies, penulis senior studi dan peneliti utama di Center for Blood Research, universitas tersebut. “Itu bisa mempersingkat perkembangan klinis selama bertahun-tahun.”

Jefferies meninggalkan pola yang selama ini dikembangkan para periset yang menyasar pada protein tau dan beta amiloid yang bertanggung jaab pada alzheimer. Ia justru memfokuskan pada pertumbuhan pembuluh darah baru.

“Sebagian besar uji klinis secara langsung atau tidak langsung menargetkan beta-amiloid atau tau,” ujar Jefferies. “Selain beberapa hasil kontroversial baru-baru ini, ada sedikit keberhasilan dalam uji klinis ini. Jadi, banyak upaya tampaknya telah diarahkan pada target yang salah untuk membalikkan penyakit Alzheimer.”

Jefferies menunjukkan bahwa proliferasi pembuluh darah membahayakan sawar darah-otak pada pasien dengan penyakit Alzheimer. Penghalang ini, yang sebagian besar terbuat dari pembuluh darah, diyakini melindungi otak dari infeksi karena molekul asing tidak dapat dengan mudah melewatinya.

Karena kanker juga bergantung pada pertumbuhan pembuluh darah baru untuk bertahan dan berkembang, para peneliti beralasan bahwa obat anti-kanker yang terbukti dapat menghentikan proses pada alzheimer.

“Axitinib, obat anti kanker yang kami gunakan, memblokir reseptor di otak yang disebut reseptor tirosin kinase, yang sebagian bertanggung jawab untuk memacu pembentukan pembuluh darah,” jelas Dr. Chaahat Singh, rekan Jefferies. “Ini menghentikan pertumbuhan pembuluh darah abnormal, yang kemudian mencegah banyak efek hilir.”

Dengan memberikan Axitinib hanya selama satu bulan, para peneliti secara dramatis mengurangi pertumbuhan pembuluh darah, memulihkan penghalang darah-otak, dan yang paling signifikan, membantu tikus tampil lebih baik pada tes kognitif.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »