ilustrasi alzheimer
0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second
ilustrasi alzheimer
ilustrasi alzheimer

OBATDIGITAL – Penyakit Alzheimer yang dikenal pada usia lanjut dapat mempengaruhi kemampuan otak sehingga penderitanya kesulitan untuk mengingat, berkomunikasi, hingga beraktivitas secara normal. Baru-baru ini, sejumlah peneliti dari Australia menemukan faktor baru penyebab penyakit tersebut.

Berdasarkan penelitian terdahulu, Alzheimer disebabkan oleh beberapa faktor seperti diet atau pola makan, usia, riwayat keluarga, serta faktor lingkungan. Gejala Alzheimer biasanya ditandai dengan kepikunan atau ingatan yang hilang perlahan, kehilangan kemampuan untuk berbicara sampai perubahan mood serta mengalami disorientasi lingkungan.

Peneliti Utama sekaligus Profesor dan Direktur Curtin Health Innovation Research Institute di Curtin University di Perth, Australia, Dr. John Mamo, Ph.D., menjelaskan terkait penelitian yang dilakukan oleh timnya. Ia meyakini, hasil penelitian ini menciptakan peluang baru untuk mencegah dan mengobati Alzheimer. 

“Studi ini menunjukkan bahwa kelimpahan berlebihan dalam darah kompleks protein lemak yang berpotensi beracun dapat merusak pembuluh darah otak mikroskopis yang disebut kapiler dan, setelah itu, bocor ke otak, menyebabkan peradangan dan kematian sel otak. [Perubahan] dalam perilaku diet dan obat-obatan tertentu berpotensi mengurangi konsentrasi darah dari kompleks protein lemak beracun ini, [selanjutnya] mengurangi risiko Alzheimer atau [memperlambat] perkembangan penyakit,” jelas Mamo dilansir dari Medical News Today, (28/9/2021).

Hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology tersebut melakukan serangkaian uji coba menggunakan dua model tikus. Satu kelompok dimodifikasi genetik hingga menghasilkan amiloid-beta seperti pada manusia, sedangkan kelompok lainnya adalah kelompok kontrol yang tidak mengalami modifikasi genetik. 

Para peneliti menguji fungsi kognitif pada kedua kelompok tersebut untuk mengetahui dampak amiloid-beta manusia pada struktur dan fungsi jaringan seperti pada organ hati, paru-paru, otak, dan duodenum. Hasilnya, tim peneliti menemukan adanya penanda neurodegenerasi dua kali lebih besar pada tikus yang mengandung amiloid-beta manusia. 

Ketua Dewan Alzheimer Western Australia, Warren Harding, mengungkapkan pentingnya hasil penelitian tersebut. Dia menegaskan bahwa temuan tersebut akan sangat signifikan untuk mengurangi risiko Alzheimer, khususnya di Australia. 

“Tanpa kemajuan medis yang signifikan seperti terobosan yang telah dibuat oleh tim Prof. Mamo, diperkirakan jumlah orang Australia yang hidup dengan demensia akan melebihi 1 juta pada tahun 2058. Temuan ini mungkin memiliki dampak global yang signifikan pada jutaan orang yang hidup dengan penyakit Alzheimer,” jelas Harding.

Meski begitu, masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan kompleksitas kandungan lemak amiloid-beta yang dapat mempengaruhi kapiler otak, dan pilihan pengobatan medis seperti apa yang tepat untuk mengobati Alzheimer, atau setidaknya mengurangi risiko yang memicu Alzheimer. 

,

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »