Proses cuci darah
0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second
lansia

OBATDIGITAL – Demensia alias pikun kini tak memerlukan proses deteksi yang rumit. Sebuah tim dari Empa dan Rumah Sakit Cantonal St. Gallen, Amerika Serikat, sedang dalam proses mengembangkan tes darah yang akan memungkinkan diagnosis yang dapat diandalkan menggunakan mikroskop kekuatan atom (AFM).

Hasil pertama mereka dari studi percontohan yang sukses dipublikasikan di jurnal Science Advances, dan dikutip Science Daily (27/9/2021).

Pada awalnya, Ketua peneliti dan fisikawan Peter Nirmalraj ingin memahami patogenesis molekuler Alzheimer untuk memungkinkan pendekatan baru dalam diagnostik dan terapi.

Salah satu adalah dengan menguraikan peran pasti peptida beta-amiloid dan protein tau yang terkait dengan penyakit neurodegeneratif.

Oleh karena itu Nirmalraj berangkat tidak hanya untuk mendeteksi keberadaan protein yang mencurigakan, tetapi juga untuk menentukan bentuk dan bentuknya yang bervariasi serta jumlahnya.

peneliti bekerja pada teknologi yang memungkinkan pengamatan skala nanometer dalam darah namun tidak merusak struktur dan morfologi protein.

Bersama dengan ahli saraf di Rumah Sakit Cantonal di St. Gallen, Nirmalraj kini telah berhasil menyelesaikan studi awal. Untuk studi percontohan mereka, ia memeriksa sampel darah dari 50 pasien dan 16 subjek sehat.

Menggunakan teknologi AFM, peneliti Empa menganalisis permukaan sekitar 1000 sel darah merah per orang tanpa mengetahui apa pun tentang kondisi kesehatan mereka.

“Ini adalah satu-satunya cara untuk memastikan interpretasi data tetap objektif,” kata Nirmalraj.

Peneliti Empa mengukur ukuran, struktur dan tekstur akumulasi protein yang ditemukan pada sel darah. Setelah ribuan sel darah merah, tim dengan sabar menunggu perbandingan hasil penghitungan Nirmalraj dengan data klinis dari ahli saraf.

Dan memang, para peneliti mampu membedakan pola yang cocok dengan stadium penyakit pasien: Orang yang menderita penyakit Alzheimer memiliki sejumlah besar serat protein yang terdiri dari peptida beta-amyloid dan protein tau. Protein mampu merakit menjadi serat beberapa ratus nanometer.

Namun, pada individu yang sehat atau mereka yang mengalami gangguan otak, Nirmalraj hanya menghitung sedikit serat. Ini membuktikan kelayakan analisis darah menggunakan teknologi AFM.

“Jika tes darah yang andal dapat dikembangkan berdasarkan metode ini, orang yang diduga Alzheimer akan terhindar dari tusukan yang tidak menyenangkan pada kanal tulang belakang agar dapat mendiagnosis penyakit dengan andal,” pungkas periset.

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »