0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second
ilustrasi ibu hamil (Dok: ox.ac.uk)

OBATDIGITAL – Beberapa wanita hamil tiba-tiba mengalami preeklampsia atau tekanan darah tinggi, yangs alah satunya diakibatkan oleh tingginya protein dalam urin. Jika itu terjadi menjelang kelahiran, dokter biasanya menyarankan wanita itu untuk melahirkan secara caesar agar nyawa ibu dan bayi bisa diselamatkan.

Namun jangan kuatir. Metformin, obat diabetes bisa membantu mengatasi masalah tersebut. Itu berdasarkan temuan sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The British Medical Journal yang dikutip oleh Medical Xpress (22/9/2021).

Pre-eklampsia juga disebabkan oleh plasenta yang tidak berkembang dengan baik. Pre-eklampsia prematur (antara usia kehamilan 26-32 minggu) sering menyebabkan persalinan dini, menempatkan bayi pada risiko kecacatan serius dan kematian, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Dalam studi tersebut, para peneliti di Australia dan Afrika Selatan mengevaluasi apakah metformin dapat digunakan untuk memperpanjang kehamilan pada wanita yang didiagnosis dengan pre-eklampsia prematur. Percobaan berlangsung di sebuah rumah sakit besar di Cape Town, Afrika Selatan dan melibatkan 180 wanita hamil yang menjalani pemantauan ketat (manajemen hamil) untuk preeklamsia prematur.

Wanita direkrut antara Februari 2018 dan Maret 2020 ketika mereka rata-rata hamil 29 minggu. Tak satu pun dari mereka menderita diabetes atau sedang menggunakan metformin atau obat lain yang mungkin berinteraksi dengannya.

Wanita secara acak dibagi menjadi dua kelompok (lengan): 90 menerima metformin pelepasan diperpanjang dan 90 menerima plasebo setiap hari, sampai melahirkan.

Waktu rata-rata dari pengacakan hingga melahirkan adalah 17,7 hari pada kelompok metformin dan 10,1 hari pada kelompok plasebo, perbedaan rata-rata 7,6 hari. Namun, perbedaan ini tidak signifikan secara statistik.

Dua analisis lagi dilakukan. Yang pertama (pada wanita yang terus menggunakan metformin dengan dosis berapa pun) menunjukkan rata-rata usia kehamilan 9,6 hari lebih lama, dan yang kedua (pada wanita yang menggunakan metformin dosis penuh) menunjukkan rata-rata usia kehamilan 11,5 hari lebih lama. Kedua hasil ini signifikan secara statistik.

Tidak ada perbedaan antara kedua lengan dalam hal komplikasi kelahiran yang serius atau kematian antara ibu dan bayi. Dan tidak ada efek samping serius yang diamati, meskipun diare lebih sering terjadi pada kelompok metformin.

Ini adalah uji coba yang kuat dan dirancang dengan baik, tetapi para peneliti mengakui beberapa keterbatasan. Misalnya, ini adalah studi pusat tunggal di mana perempuan memiliki insiden HIV, obesitas, dan hipertensi kronis yang tinggi, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat diterapkan secara lebih luas.

Percobaan lebih lanjut dari metformin harus dipertimbangkan untuk mengkonfirmasi apakah obat tersebut secara statistik dapat memperpanjang kehamilan secara signifikan dan untuk mengevaluasi manfaatnya bagi bayi baru lahir, kata mereka. Namun, berdasarkan temuan penelitian ini, “kami sangat optimis bahwa metformin pelepasan diperpanjang memperpanjang kehamilan pada wanita dengan pre-eklampsia prematur.”

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »