Albert Bourla CEO Pfizer
0 0
Read Time:2 Minute, 3 Second
Albert Bourla CEO Pfizer
Albert Bourla CEO Pfizer
,

OBATDIGITAL – Vaksin COVID-19 besutan Pfizer-BioNTech dinyatakan aman digunakan untuk anak-anak usia 5-11 tahun. Hasil uji coba terbaru menyatakan vaksin tersebut aman, dapat ditoleransi dengan mudah serta menunjukkan respon penetralisir antibodi yang baik.

Duo perusahaan besar asal Amerika Serikat dan Jerman tersebut rencananya akan mengirimkan data hasil uji coba ini ke Food and Drug Administration (FDA), European Medicines Agency (EMA) serta badan kesehatan terkait lainnya. Dilansir dari situs resmi Pfizer, Senin (20/9/2021) pihaknya mengumumkan hasil uji coba Fase 2/3 yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman. 

Pemberian dosisnya menggunakan rejimen dua dosis 10 mikrogram yang diberikan dengan jarak 21 hari, sedangkan dosis yang lebih sedikit dari 30 mikrogram digunakan untuk anak usia 12 tahun ke atas. Dosis 10 mikrogram ditentukan karena memenuhi standar keamanan, tolerabilitas dan imunogenisitas pada anak-anak usia 5 sampai 11 tahun. 

Chairman dan Chief Executive Officer Pfizer, Albert Bourla, menyatakan bahwa vaksin yang telah mereka produksi telah digunakan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia berusia 12 tahun ke atas selama sembilan bulan terakhir. Perusahaan berencana memperluas jangkauan vaksin untuk populasi yang lebih muda.

Pfizer ingin memperluas perlindungan yang diberikan oleh vaksin kepada populasi yang lebih muda ini, tunduk pada otorisasi peraturan, terutama saat kami melacak penyebaran varian Delta dan ancaman substansial yang ditimbulkannya kepada anak-anak. Sejak Juli, kasus COVID-19 pada anak-anak telah meningkat sekitar 240% di Amerika Serikat – menggarisbawahi kebutuhan kesehatan masyarakat untuk vaksinasi.

“Hasil uji coba ini memberikan dasar yang kuat untuk mencari otorisasi vaksin kami untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun, dan kami berencana untuk menyerahkannya ke FDA dan regulator lainnya dengan segera,” ujar Bourla dikutip dari situs resmi Pfizer, (20/9/2021). 

Sementara itu, CEO sekaligus salah satu pendiri BioNTech, Dr. Ugur Sahin, mengatakan pihak perusahaan telah mengirimkan data ke otoritas khusus untuk kelompok anak usia sekolah sejak beberapa waktu lalu. 

“Profil keamanan dan data imunogenisitas pada anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun yang divaksinasi dengan dosis yang lebih rendah konsisten dengan yang kami amati dengan vaksin kami pada populasi yang lebih tua lainnya dengan dosis yang lebih tinggi,” kata Sahin. 

Saat ini, vaksin yang diberi nama COMIRNATY yang dibuat dengan teknologi mRNA milik BioNTech dan dikembangkan bersama Pfizer terus memperjuangkan otorisasi. Vaksin yang telah disetujui penggunaannya oleh FDA ini dapat digunakan untuk mencegah penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome coronavirus 2).

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »