smiling woman in activewear lying on floor in studio
0 0
Read Time:1 Minute, 39 Second
smiling woman in activewear lying on floor in studio
Obesitas (Photo by SHVETS production on Pexels.com)
,

OBATDIGITAL – Upaya untuk mengatasi obesitas, peneliti terus berbagai cara untuk menemukan misteri tersebut. Salah satunya mengapa orang yang makan banyak belum tentu gemuk, begitu pula sebaliknya.

Nah ilmuwan University of Virginia, Amerika Serikat telah mengidentifikasi 14 gen yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Dari jumlah itu, hanya 3 gen yang bisa dicegah.

Temuan yang dilansir Medical Xpress (20/9/2021), membuka jalan bagi perawatan untuk memerangi masalah kesehatan yang mempengaruhi lebih dari 40% orang dewasa Amerika Serikat.

“Kami mengetahui ratusan varian gen yang lebih mungkin muncul pada individu yang menderita obesitas dan penyakit lain. Tetapi ‘lebih mungkin muncul’ tidak berarti menyebabkan penyakit,” kata Eyleen O’Rourke dari UVA’s College of Arts & Sciences, Departemen Biologi Sel Fakultas Kedokteran dan Pusat Penelitian Kardiovaskular.

Ketidakpastian ini merupakan penghalang utama untuk mengeksploitasi kekuatan genomik populasi untuk mengidentifikasi target untuk mengobati atau menyembuhkan obesitas.

“Untuk mengatasi penghalang ini, kami mengembangkan saluran otomatis untuk secara bersamaan menguji ratusan gen untuk peran kausal dalam obesitas,” kata Rourke.

“Percobaan putaran pertama kami menemukan lebih dari selusin gen yang menyebabkan dan tiga gen yang mencegah obesitas,” kata O’Rourke.

“Kami mengantisipasi bahwa pendekatan kami dan gen baru yang kami temukan akan mempercepat pengembangan pengobatan untuk mengurangi beban obesitas.”

Obesitas telah menjadi epidemi, sebagian besar didorong oleh diet tinggi kalori yang sarat dengan gula dan sirup jagung fruktosa tinggi. Gaya hidup yang semakin menetap juga memainkan peran besar.

Tapi gen kita juga memainkan peran penting, mengatur penyimpanan lemak dan mempengaruhi seberapa baik tubuh kita membakar makanan sebagai bahan bakar.

Jika peneliti dapat mengidentifikasi gen yang mengubah makanan berlebihan menjadi lemak, mereka dapat berusaha menonaktifkannya dengan obat-obatan dan memisahkan makan berlebihan dari obesitas.

Ahli genomik telah mengidentifikasi ratusan gen yang terkait dengan obesitas—artinya gen tersebut kurang lebih lazim pada orang yang mengalami obesitas dibandingkan pada orang dengan berat badan yang sehat.

Tantangannya adalah menentukan gen mana yang memainkan peran kausal dengan secara langsung mempromosikan atau membantu mencegah penambahan berat badan.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »