0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second
Vaksinasi pada remaja
Vaksinasi pada remaja

OBATDIGITAL – Siapa sangka, vaksin yang selama ini biasanya diberikan dengan cara disuntik, ternyata bisa juga dikonsumsi secara oral alias dimakan. Penemuan ini merupakan hasil penelitian para ilmuan dari University of California (UC)-Riverside, Amerika Serikat.

Sejumlah peneliti dari UC-Riverside tengah mengerjakan proyek penelitian menanam tanaman yang mengandung komponen vaksin mRNA (messenger ribonucleic acid) dan aman untuk dikonsumsi. Vaksin COVID-19 yang tengah didalami saat ini termasuk vaksin yang teknologi mRNA untuk mengalahkan virus.

Kekurangannya, vaksin mRNA harus disimpan dalam ruang penyimpanan dengan suhu dingin. Tim peneliti UC-Riverside mengatakan jika penelitian berhasil, masyarakat bisa mengonsumsi vaksin mRNA nabati yang dapat disimpan pada suhu ruang.

Profesor Departemen Botani dan Ilmu Tanaman UCR, Juan Pablo Giraldo, mengatakan pihaknya telah mendapat dana hibah penelitian sebesar US$ 500 ribu National Science Foundation. Para peneliti memiliki tujuan khusus dari penelitian tersebut. Tim akan mencoba mengirimkan DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang mengandung vaksin mRNA ke dalam sel tanaman yang dapat bereplikasi. Kemudian, mereka akan menentukan dosis yang tepat untuk dikonsumsi masyarakat sebagai pengganti vaksin. 

“Idealnya, satu tanaman akan menghasilkan mRNA yang cukup untuk memvaksinasi satu orang. Kami menguji pendekatan ini dengan bayam dan selada dan memiliki tujuan jangka panjang untuk menanamnya di kebun mereka sendiri. Petani juga akhirnya bisa menanam seluruh ladangnya,” jelas Giraldo dilansir dari situs 8 News Now, (18/9/2021).

Giraldo bersama timnya optimis vaksin bisa dikonsumsi secara oral lewat sayuran. Dia mengatakan, kunci untuk membuat vaksin yang dapat dimakan adalah kloroplas. Kloroplas adalah organ kecil di dalam sel tumbuhan yang membantu mengubah sinar matahari menjadi energi.

“Mereka adalah pabrik kecil bertenaga surya yang menghasilkan gula dan molekul lain yang memungkinkan tanaman tumbuh. Mereka juga merupakan sumber yang belum dimanfaatkan untuk membuat molekul yang diinginkan,” imbuhnya.

Dalam penelitian sebelumnya, kloroplas terbukti dapat menghasilkan gen yang bukan termasuk bagian alami dari tumbuhan tersebut. Dengan penelitian lanjutan, Giraldo bersama timnya akan mencoba memproduksi materi genetik ke dalam sel tumbuhan. 

Giraldo juga bekerja sama dengan Profesor Nicole Steinmetz dari UC-San Diego dengan menggunakan nanoteknologi untuk mengirimkan lebih banyak materi genetik ke dalam kloroplas. Ini dapat menjadi teknologi baru pemanfaatan tumbuhan, tidak hanya untuk bahan makanan tetapi juga sebagai obat dan pencegahan penyakit.

“Salah satu alasan saya mulai bekerja di nanoteknologi adalah agar saya bisa menerapkannya pada tanaman dan menciptakan solusi teknologi baru. Tidak hanya untuk makanan, tetapi juga untuk produk bernilai tinggi, seperti obat-obatan,” tutup Giraldo.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »