ilustrasi obat
0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second
Ilustrasi sel kanker

OBATDIGITAL – Selama dekade terakhir, para ilmuwan telah mengeksplorasi vaksinasi sebagai cara untuk membantu melawan kanker. Vaksin kanker dirancang untuk merangsang sistem kekebalan tubuh sendiri untuk menghancurkan tumor, dengan menyuntikkan fragmen protein kanker yang ditemukan pada tumor.

Sayangnya, sejauh ini, tidak satu pun dari vaksin ini telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Walakin, etapi beberapa telah menunjukkan harapan dalam uji klinis untuk mengobati melanoma dan beberapa jenis kanker paru-paru.

Dalam sebuah temuan baru yang dapat membantu para peneliti memutuskan protein apa yang akan dimasukkan dalam vaksin kanker, para peneliti Massachusetts Institute of Technology Amerika Serikat (MIT) telah menemukan bahwa vaksinasi terhadap protein kanker tertentu dapat meningkatkan respons sel T secara keseluruhan dan membantu mengecilkan tumor pada tikus.

Seperti dilansir dari Medical Xpress (17/9/2021), tim peneliti menemukan bahwa vaksinasi terhadap jenis protein yang mereka identifikasi dapat membantu untuk membangunkan kembali populasi sel T yang tidak aktif yang menargetkan protein tersebut, memperkuat respon imun secara keseluruhan.

“Studi ini menyoroti pentingnya mengeksplorasi rincian respons imun terhadap kanker secara mendalam,” ujar Tyler Jacks, Profesor Biologi David H. Koch, anggota Koch Institute for Integrative Cancer Research.

“Sekarang kita dapat melihat bahwa tidak semua respons imun antikanker diciptakan sama, dan bahwa vaksinasi dapat melepaskan respons kuat terhadap target yang sebelumnya diabaikan secara efektif,” pungkasnya.

Saat sel mulai berubah menjadi kanker, mereka mulai memproduksi protein bermutasi yang tidak terlihat pada sel sehat. Protein kanker ini, juga disebut neoantigen, dapat memperingatkan sistem kekebalan tubuh bahwa ada yang tidak beres, dan sel T yang mengenali neoantigen tersebut mulai menghancurkan sel kanker.

Akhirnya, sel T ini mengalami fenomena yang dikenal sebagai “kelelahan sel T”, yang terjadi ketika tumor menciptakan lingkungan imunosupresif yang menonaktifkan sel T, sehingga tumor tumbuh tanpa terkendali.

Para ilmuwan berharap bahwa vaksin kanker dapat membantu meremajakan sel T tersebut dan membantu mereka untuk menyerang tumor.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »