Tanaman oleander untuk basmi COVID-19
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second
Anggur
Salah satu Tanaman Obat

OBATDIGITAL – Sekelompok peneliti dari Universitas Queensland, Australia, tengah mendalami percobaan tanaman obat. Sebanyak 35 ilmuwan dari universitas tersebut berusaha menemukan obat-obatan yang lebih efektif dan aman yang berasal dari tanaman.

Peneliti dari Universitas Queensland yang memimpin eksperimen, Profesor David Craik, mengatakan bahwa timnya telah berhasil membuat molekul yang dapat memerangi obesitas. Molekul tersebut bekerja pada reseptor di otak yang mempengaruhi nafsu makan, sehingga nantinya dapat mengendalikan otak untuk mengontrol keinginan untuk makan, dan menyebabkan penurunan berat badan.

“Kami telah menunjukkan bahwa molekul kami sangat kuat – sepersejuta gram sudah cukup untuk merangsang reseptor itu untuk mematikannya secara efektif, sehingga nafsu makan kami akan ditekan. Jadi kami ingin memasukkan molekul itu ke, katakanlah, kentang, sehingga secara efektif Anda dapat menikmati kentang goreng dan tidak khawatir tentang konsekuensinya,” jelas Craik dilansir dari situs abc.net.au (14/9/2021).

Selain itu, tanaman obat juga berpotensi mengobati serta mengurangi rasa sakit pada penyakit kronis. Salah satu jenis siput yaitu siput kerucut, mengandung racun yang disebut conotoxins. Molekul racun siput ini jika dimasukkan dalam tanaman, dapat menjadi obat penghilang rasa sakit yang ditengarai 150 kali lebih kuat dari morfin. 

“Dengan rasa sakit, kami benar-benar menemukan molekul dari siput kerucut Queensland, yang merupakan siput laut yang menyuntikkan racun ke ikan yang lewat, dan ternyata itu adalah pembunuh rasa sakit yang sangat manjur. Kami sekarang telah merekayasa pembunuh rasa sakit itu untuk dimasukkan ke dalam tanaman tembakau asli Australia sehingga kami pada dasarnya dapat menanam obat penghilang rasa sakit di tanaman itu,” imbuh Craik. 

Sementara itu, tim peneliti juga bekerja sama dengan UQ’s Institute for Molecular Bioscience, menemukan tanaman tomat yang direkayasa secara genetik dapat berfungsi sebagai obat penyakit kronis multiple sclerosis (MS) yang berdampak pada sistem saraf. Mereka juga memasukkan kandungan obat anti-kanker ke dalam bunga matahari dan tanaman kedelai, sedangkan obat pereda nyeri jenis lainnya disuntikkan ke tanaman Arabidopsis thaliana yang sejenis dengan sayuran kubis. 

Eksperimen ini bertujuan untuk melihat apakah rekayasa genetik obat-obatan tersebut dapat berkembang dengan baik di tanaman tertentu untuk dikonsumsi. Contohnya seperti perempuan di Afrika yang rutin meminum teh herbal mengandung peptida untuk mengurangi rasa sakit pasca melahirkan. Craik dan tim pun mencoba menyuntikkan bakteri yang telah direkayasa untuk mengkodekan peptida ke dalam 20-30 tanaman.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »