0 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

OBATDIGITAL – Penyakit saluran kemih yang disebut juga batu ginjal tidak dapat disepelekan. Selain gejalanya yang kerap tidak disadari, pola makan dan gaya hidup sehari-hari menyumbang faktor penyebab batu ginjal yang cukup besar.

Ahli Urologi, Smita De, MD, PhD., mengatakan bahwa pencegahan dan penanganan terbaik sangat dipengaruhi oleh pola diet. Diet terbaik untuk menghindari batu ginjal bisa sangat bervariasi, tergantung pada jenis batu ginjal masing-masing pasien karena faktor risikonya juga berbeda-beda. 

Ada empat jenis batu ginjal, tetapi yang paling umum adalah batu kalsium oksalat. Masalah kesehatan tertentu seperti adanya penyakit diabetes atau osteoporosis, juga dapat memengaruhi perkembangan batu dan rekomendasi diet.

“Obat-obatan, kelainan genetik, dan kondisi medis semuanya dapat berperan dalam pembentukan batu,” ujar Smita De dilansir dari situs Cleveland Clinic, (14/9/2021).

Ada 7 tips yang disarankan oleh Smita De untuk penderita batu ginjal maupun yang ingin menghindari risiko penyakit batu ginjal. Pertama, minum banyak cairan agar urin tidak terkonsentrasi. Jika kita meminum cukup air, ekskresi dalam tubuh tidak akan mengkristal sehingga batu ginjal dapat dicegah. 

Minumlah paling sedikit 2,5 liter air per hari, atau sekitar 10 cangkir. Dokter merekomendasikan meminum air putih, meskipun minuman lain tetap dapat dikonsumsi. Hindari minuman seperti soda dan beberapa jenis teh dengan kafein tinggi yang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Tips kedua, makan makanan yang tinggi kalsium. Mitos bahwa kalsium seperti yang terkandung dalam susu menjadi penyebab batu ginjal itu tidak benar. 

“Anda membutuhkan kalsium dalam diet Anda untuk mendukung tulang dan otot yang kuat. Apa yang menyebabkan masalah adalah jika Anda mengonsumsi suplemen kalsium dalam jumlah besar,” imbuh Smita De.

Ketiga, kurangi asupan garam. Ternyata, garam berkontribusi besar dalam membentuk batu ginjal. Kurangi konsumsi garam hingga maksimal 1.500-2000 miligram per hari. Perhatikan kandungan natrium dari makanan yang dikonsumsi, seperti makanan ringan dan saus yang dimakan sehari-hari. 

Tips keempat, tambahkan perasan air jeruk lemon atau jeruk nipis ke dalam minuman. Smita De mengatakan, air lemon dan jeruk nipis berfungsi sebagai kryptonite untuk beberapa jenis batu ginjal. Ada kandungan sitrat yang dapat menetralkan asam dalam urin dan dapat menghentikan pembentukan batu kalsium. 

“Misalnya, kristal asam urat terbentuk dan berubah menjadi batu di lingkungan asam. Jadi jika urin Anda bersifat basa [kebalikan dari asam], maka batu urat tidak akan terbentuk, dan Anda sebenarnya bisa melarutkan batu asam urat dengan sitrat dosis tinggi,” paparnya.

Kelima, konsultasikan dengan dokter terkait dengan konsumsi suplemen. Beberapa suplemen tertentu sangat penting dan baik untuk mengurangi risiko batu ginjal, antara lain vitamin C dan B6, kalsium, serta minyak ikan. 

Tips berikutnya, lakukan diet dan atur pola makan sesuai dengan kondisi ginjal. Lakukan pemeriksaan urin di laboratorium, nantinya dokter akan merekomendasikan makanan apa yang harus dikonsumsi atau dihindari. Misalnya, seseorang yang urinnya mengandung kadar oksalat tinggi harus menghindari beberapa jenis sayuran hijau seperti bayam.

Terakhir, kurangi konsumsi daging. Protein hewani dapat meningkatkan jumlah asam dalam urin yang bisa meningkatkan risiko batu ginjal. Selain itu, konsumsi daging juga dapat mengurangi kadar sitrat yang berperan penting mencegah pembentukan batu ginjal. Kurangi konsumsi daging merah, daging ayam serta ikan. Memperbanyak protein nabati bisa jadi salah satu alternatif. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »