Pasienpria COVID-19
0 0
Read Time:2 Minute, 24 Second
,
Pasienpria COVID-19
Pasien COVID-19

OBATDIGITAL – Dua minggu setelah dosis vaksin COVID-19 kedua, penerima vaksin biasanya mendapatkan efek perlindungan yang maksimal dari paparan COVID-19. Pada titik ini penerima akan merasa terlindungi. Tapi masalahnya sebagian dari mereka tiba-tiba terinfeksi COVD-19. Ilmuwan menyebutnya sebagai infeksi “terobosan”. Infeksi ini seperti infeksi biasa pada orang yang belum atau tidak divaksinasi.

Namun sebenarnya ada perbedaannya. Menurut Studi Gejala COVID, lima gejala paling umum dari infeksi terobosan adalah sakit kepala, pilek, bersin, sakit tenggorokan, dan kehilangan penciuman. Beberapa di antaranya adalah gejala yang sama dengan orang yang belum pernah mendapatkan vaksin. Pada orang yang belum divaksinasi, tiga gejala yang paling umum juga adalah sakit kepala, sakit tenggorokan, dan pilek.

Namun, dua gejala paling umum lainnya pada yang tidak divaksinasi adalah demam dan batuk terus-menerus. Kedua gejala COVID-19 “klasik” ini menjadi jauh lebih jarang setelah seseorang sudah mendapatkan vaksin COVID-19.

Satu studi telah menemukan bahwa orang dengan infeksi terobosan 58% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami demam dibandingkan dengan orang yang tidak divaksinasi. Sebaliknya, COVID-19 setelah vaksinasi telah digambarkan sebagai perasaan seperti pilek bagi banyak orang.

Orang yang divaksinasi juga lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit dibandingkan orang yang tidak divaksinasi jika mereka terpapar COVID-19. Mereka juga cenderung memiliki gejala yang lebih sedikit selama tahap awal penyakit dan cenderung tidak menderita COVID yang lama.

Seperti dilansir Scitech Daily (9/9/2021), menurut sejumlah peneliti ada empat faktor seseorang bakal menderita COVID-19 yang lebih parah, yaitu:

  1. Jenis vaksin. Banyak orang yang bilang bahwa penderita COVID-19 mengalami gejala ringan karena sudah divaksin. Namun, ini belum dikonfirmasi. Yang menentukan adalah jenis vaksin speifik yang diterima dan berapa banyak vaksin yang dapat mengurangi risiko penularan. Uji klinis menemukan bahwa vaksin Moderna mengurangi risiko seseorang terkena gejala COVID-19 sebesar 94%, sedangkan vaksin Pfizer mengurangi risiko ini sebesar 95%. Vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca berkinerja kurang baik mengurangi risiko ini masing-masing sekitar 66% dan 70% (walaupun perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin AstraZeneca tampaknya meningkat menjadi 81% jika jarak yang lebih panjang dibiarkan antara dosis).
  2. Waktu sejak vaksinasi. Riset awal yang belum ditinjau oleh ilmuwan lain menunjukkan bahwa perlindungan vaksin Pfizer berkurang selama enam bulan setelah vaksinasi. Tapi terlalu dini untuk mengetahui apa yang terjadi pada kemanjuran vaksin setelah enam bulan pada vaksinasi lengkap, tetapi kemungkinan akan berkurang lebih jauh.
  3. Varian virus yang dihadapi. Pengurangan risiko di atas sebagian besar dihitung dengan menguji vaksin terhadap bentuk asli virus corona. Untuk perlindungan terhadap virus COVID-19 varian Alfa, vaksin Pfizer mengurangi risiko munculnya gejala sebesar 93%, namun persentasenya berkurang setelah 2-4 minggu setelah divaksin penuh. Namun menghadapi varian Delta, vaksin AstarZeneca perlu dipertimbangkan.
  4. Sistem kekebalan Tubuh. Masing-masing orang memiliki kekuatan sistem kekebalan tubuh berbeda-beda. Menghadapi COVID-19, orang yang lebih tua dan sudah divaksin tetap memiliki sistem kekebalan yang lebih lemah daripada orang muda dan sudah divaksin.

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »