kantor AstraZeneca
0 0
Read Time:3 Minute, 57 Second
kantor AstraZeneca
Salah satu pabrikMilik AstraZeneca
,

OBATDIGITAL – AstraZeneca telah menginjak usia ke 50 tahun, Meski nama AstraZeneca baru terbentuk pada 1999 lewat merger antara Astra AB (swedia) dan Zeneca (inggris). Sebelumnya AstraZeneca masih bernama ICI Pharmaceutical yang sudah berada di Indonesia sejak 1971. Bebera[a kemitraan sudah dilakukan dengan pemerintah termasuk dengan Kementerian Kesehatan.

Tujuh tahun beroperasi di ICI sudah berperan dalam dalam pembangunan kesehatan di Indonesia. Yaitu menyumbangkan obat malaria klorokuin sulfat. Ketika itu penyakit malaria sedang merajalela. Dalam perkembangan itu perusahaan farmasi yang kini berbasis di Inggris menghadirkan berbagai inisiatif di area terapi berbagai penyakit.

Kini AstraZeneca terus berkembang dengan memiliki 26 kantor operasi yang tersebar di 16 negara dan 76.000 karyawannya. Berbasis di Cambridge, Inggris, perusahaan ini memiliki tiga pusat R&D strategis di Cambridge, Inggris; Gothenburg, Swedia; dan Gaithersburg di Maryland, AS, serta pusat R&D global di San Francisco dan Boston, AS; Osaka, Jepang; dan Shanghai, Cina.

Di Indonesia, AstraZeneca memiliki sekitar 500 karyawan di Indonesia. Inovasi berbasis sains dalam menghadirkan obat-obatan yang mengubah kehidupan pasien di Indonesia dengan membuat pengobatan di tiga terapi utama, yaitu: penyakit Pernapasan dan Autoimun; Penyakit Kardiovaskular dan Metabolik; dan Onkologi.

AstraZeneca juga bergerak di bidang obat-obatan untuk penyakit peradangan, infeksi dan saraf melalui berbagai kolaborasi. Vaksin COVID-19 yang miliaran dosisnya telah digunakan oleh lebih dari 180 negara di seluruh dunia – termasuk di Indonesia – termasuk di dalamnya.

Pada tahun 2010, AstraZeneca membangun pabrik baru di Cikarang, Bekasi, untuk memenuhi target ekspor dalam penyediaan obat-obatan ke negara-negara di Asia dan Australia.

Dalam rilisnya yang diterima OBATDIGITAL (10/9/2021), Sewhan Chon, President Director AstraZeneca Indonesia mengaku bangga telah membangun landasan yang kuat dengan menyediakan berbagai obat baru dan inovatif di Indonesia selama 50 tahun terakhir.

“Kami akan terus berkomitmen untuk selalu ada bagi para pasien meskipun di tengah tantangan kesehatan yang saat ini terjadi, termasuk mendukung pemerintah dalam mengatasi pandemi. Hal inilah yang membuat kami tidak pernah berhenti menciptakan inovasi berbasis sains demi memenuhi kebutuhan obat-obatan yang dapat memperbaiki hidup pasien dan masyarakat,” kata Chon.

Berikut peran AstraZeneca dalam kemitraan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini:

  1. Memorandum of Understanding (MOU) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). MOUantara Kementerian Kesehatan dan AstraZeneca Indonesia bertujuan untuk mensinergikan sistem kesehatan yang sedang berkembang di Indonesia dengan keahlian AstraZeneca dalam penemuan dan penyediaan obat-obatan inovatif untuk penyakit pernapasan dan jantung dan pembuluh darah, diabetes, dan kanker. Komitmen ini berfokus pada tiga pilar, yaitu: akses ke perawatan kesehatan yang berkualitas tinggi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan implementasi pencegahanpenya kit.
  2. Program Bantuan Pasien, Healthy Lung dan Young Health Programme adalah inisiatif yang dilakukan oleh AstraZeneca untuk mendukung pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan tiga pilar tersebut demi meningkatkan ekosistem kesehatan di Indonesia.
  3. Inisiatif peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dalam pelaksanaannya, AstraZeneca Indonesia bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, asosiasi medis, penyedia platform digital, rumah sakit dan klinisi untuk secara terus menerus mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Berbagai bentuk aktivitas yang dilakukan terutama workshop, seminar, serta pelatihan baik secara langsung maupun virtual. Ribuan dokter dan tenagakesehatan setiap tahun telah terjangkau melalui inisiatif ini.
  4. Program Bantuan Pasien (Patients Assistance Program), bertujuan untuk memberikan akses kepada obat-obatan kanker baru dan inovatif untuk pasien di Indonesia dengan harga yang terjangkau sesuai dengan PDB perkapita negara. Program yang dimulai pada 2018 ini menyediakan obat-obatan untuk mengobati kanker paru, kanker payudara, dan kanker ovarium melalui kerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Layanan tersebut juga sudah ditingkatkan dengan mengadopsi teknologi digital PULIH yang menghubungan pasien dengan pihak terkait untuk mendapatkan obat yang dibutuhkan, memberikan edukasi kesehatan dan pengingat untuk meningkatkan kepatuhan minum obat.
  5. Program Healthy Lung diluncurkan pada tahun 2017, ketika AstraZeneca, bekerja sama dengan pemerintah, institusi medis, serta akademik untuk meluncurkan Healthy Lung Task Forces di Indonesia. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan diagnosis dan pengobatan penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), Program Healthy Lung telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, LSM Project HOPE, dan Universitas Gadjah Mada untuk melakukan Penelitian Formatif yang dapat memahami kesenjangan multidimensi dalam pengobatan asma di puskesmas. Dalam program
  6. Young Health Program, merupakan program inisiatif berkelanjutan yang dilakukan AZ secara global. Program ini bertujuan untuk membantu kaum muda yang berusia 10-24 tahun untuk mencegah dari terjangkit Penyakit Tidak Menular dalam jangka panjang seperti kanker, diabetes, penyakit pernapasan dan jantung, serta gangguan kesehatan mental. Program ini dilaksanakan dalam 2 tahap, Young Health Program telah diperluas selama 5 tahun ke depan (2021-2025) dan akan dilaksanakan di 4 kabupaten di Jakarta; bertujuan untuk menjangkau 40 sekolah, 20 Puskesmas, melatih 320 pendidik sebaya, menjangkau lebih dari 91.520 kaum muda secara langsung, dan 400.000 secara tidak langsung (melalui acara, kampanye, dan media sosial), juga melatih 2.700 orang tua, 160 guru, dan 160 tenaga kesehatan

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »