Ibu bersama bayinya
0 0
Read Time:2 Minute, 22 Second
Ibu bersama bayinya
Ibu hamil bersama bayinya

OBATDIGITAL – Menjaga stamina agar tetap fit bagi ibu yang baru melahirkan memang susah-susah gampang. Kesibukan merawat bayi baru lahir kadang menjadi tantangan tersendiri bagi ibu untuk bisa memperhatikan nutrisi makanan yang dikonsumsi. 

Ginekolog sekaligus Konsultan Senior di Fortis La Femme Hospital, Richmond Road, Bangalore, India, Dr Aruna Muralidhar, memberikan tips nutrisi penting bagi ibu pasca melahirkan. Menurutnya, nutrisi juga memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan bayi.

“Apa yang Anda makan menentukan nutrisi yang Anda berikan kepada bayi Anda yang menyusui. ASI (Air Susu Ibu) yang Anda hasilkan adalah nutrisi lengkap untuk bayi yang sedang tumbuh.” jelas Muralidhar dilansir dari situs Indian Express, (3/9/2021).

Muralidhar memberikan beberapa tips penting yang perlu diperhatikan bagi ibu yang baru melahirkan. Beberapa rekomendasi diet yang disarankan dapat meningkatkan nutrisi serta stamina yang sangat dibutuhkan dalam merawat bayi baru lahir.

Pertama, usahakan makan dengan jadwal yang teratur. Pasalnya, makan dengan jam yang tidak teratur setiap harinya dapat menyebabkan defisit kalori dan mengganggu metabolisme. Umumnya, ibu menyusui membutuhkan setidaknya 2100 kkal per hari, sedangkan bagi ibu yang tidak menyusui membutuhkan sekitar 1600-1700 kkal per hari.

Selain itu, diet seimbang juga tidak kalah penting. Muralidhar menyarankan porsi makan yang baik yakni dengan komposisi sepertiga sayuran, sepertiga protein, dan sepertiga karbohidrat. Ini bisa ditakar sesuai piring makan yang digunakan. Tak lupa mengonsumsi berbagai jenis sayuran dan buah-buahan aneka warna, karena semakin bervariasi warnanya maka akan semakin kaya dengan vitamin dan mineral. 

“Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas ASI tetapi juga mengurangi kemungkinan bayi menjadi rewel dalam makan nantinya. Biji-bijian utuh seperti beras merah, sereal, pasta, chapatis semuanya penting untuk memberikan kalori bagi ibu. Protein tanpa lemak itu penting. Ini termasuk kacang-kacangan, lentil (dal), kacang-kacangan, telur, ikan, dan daging lainnya. Lemak sehat seperti ghee, minyak zaitun, kacang-kacangan, alpukat, dan minyak ikan dalam minyak ikan,” imbuh Muralidhar.

Sementara bagi para ibu yang melakukan diet khusus seperti vegan atau vegetarian, tidak akan mengalami masalah. Tetap perhatikan nutrisi seimbang, pastikan dalam setiap porsi makan mengandung vitamin B12, vitamin D, asam lemak omega-3, dan mengonsumsi suplemen kalsium jika diperlukan.

Lebih lanjut, Muralidhar menjelaskan bahwa mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan suplai ASI juga perlu, seperti sayuran hijau dan bawang putih. Minum air putih 6-8 gelas per hari juga tidak boleh ketinggalan, karena hidrasi akan sangat membantu penyerapan gizi dalam tubuh.

Hindari mengonsumsi kafein dan minuman beralkohol, maupun minuman bersoda yang tinggi kandungan gula. Muralidhar juga menyarankan para ibu untuk terbiasa mempersiapkan bahan makanan siap saji di kulkas agar tidak kerepotan saat memasak. Misalnya dengan memotong sayuran dan bumbu dapur lalu menyimpannya di kulkas agar nanti ketika memasak tinggal langsung ditumis saja. 

“Belajar membuat makanan cepat saji yang bergizi sangat berguna. Nutrisi seimbang dengan sayuran hijau, protein, dan karbohidrat misalnya telur orak-arik dengan bayam, olahan kacang-kacangan, serta hidangan nasi dan sayuran,” tutupnya.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »