0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second
vaksinasi lansia drive thru di Bogor
vaksinasi lansia drive thru di Bogor
,

OBATDIGITAL – Studi yang menunjukkan bahwa respon antibodi menjadi berkurang setelah beberapa disuntik vaksin COVID-19 terus bertambah. Yang terbaru, studi baru memperlihatkan bahwa efek antibodi pada orang yang divaksin dosis kedua vakasin buatan Pfizer dan Moderna juga menurun. Padahal sebelumnya dua vaksin itu diklaim memiliki efikasi yang tinggi dibandingkan vaksin-vaksin lainnya.

Studi tersebut muncul setelah ilmuwan dari Universitas Northwestern, Amerika Serikat meneliti antibodi beberapa orang yang sudah divaksinasi dua vaksin tadi. Adalah antropolog biologi Thomas McDade dan ahli farmakologi Alexis Demonbreun yang ikut dalam kelompok periset yang meneliti efek dua vaksin tersebut.

Mereka menelitinya pada orang dewasa yang tinggal di bilangan Chicago dan terpapar virus SARS CoV-2 (severe acute respiratory syndrome corona virus type 2). McDade lalu memeriksa berapa efektivitas dua vaksin tadi dalam melindungi si penerima vaksin dari serangan berbagai varian virus penyebab COVID-19.

Menggunakan kit pengujian antibodi di rumah yang dikembangkan di laboratorium, peserta menyerahkan sampel darah dua hingga tiga minggu setelah dosis pertama dan kedua vaksinasi dan dua bulan setelah dosis kedua.

Di laboratorium, para peneliti menguji antibodi penetralisir dengan mengukur apakah sampel darah dapat menghambat interaksi antara protein lonjakan virus dan reseptor ACE2—interaksi ini adalah bagaimana virus menyebabkan infeksi begitu memasuki tubuh.

“Ketika kami menguji sampel darah dari peserta yang dikumpulkan sekitar tiga minggu setelah dosis vaksin kedua mereka, tingkat penghambatan rata-rata adalah 98%, menunjukkan tingkat antibodi penawar yang sangat tinggi,” kata McDade, seperti dilansir Medical Xpress (30/8/2021).

Namun setelah 3 minggu, mereka menguji varian yang muncul B.1.1351 (Afrika Selatan), B.1.1.7 (Inggris) dan P.1 (Brasil) dan menemukan tingkat penghambatan varian virus secara signifikan lebih rendah, mulai dari 67% hingga 92%.

Sesudah dua bulan pasca vaksinasi dosis kedua, peneliti memeriksa lagi darah relawan mereka menemukan respons antibodi menurun sekitar 20%.

“Studi kami menunjukkan bahwa paparan sebelumnya terhadap SARS-CoV-2 tidak menjamin tingkat antibodi yang tinggi, juga tidak menjamin respons antibodi yang kuat terhadap dosis vaksin pertama,” ujar McDade.

“Untuk orang yang memiliki infeksi ringan atau tanpa gejala, respons antibodi mereka terhadap vaksinasipada dasarnya sama dengan orang yang belum pernah terpapar sebelumnya.”

McDade menduga bahwa efek vaksin juga berlaku sama dengan semua vaksin yang sudah beredar. Begitu pula dengan adanya varian Delta. Jadi?

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »