Pasien kanker yang dikemoterapi
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second
Pasien kanker yang dikemoterapi
Pasien kanker yang dikemoterapi

OBATDIGITAL – Pasien kemoterapi kanker khususnya kanker payudara, rentan terkena gangguan otak yang disebut ‘Chemo Brain‘. Gangguan otak ini terjadi akibat proses kemoterapi yang dijalani secara intens.

Biasanya, pasien kanker payudara yang melalui prosedur kemoterapi mengalami gangguan fungsi otak, seperti masalah kognitif hingga ingatan yang semakin menurun. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa berolahraga secara rutin dapat membantu pasien kemoterapi kanker payudara mencegah gangguan otak.

Peneliti sekaligus Profesor Bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis, Elizabeth Salerno, mengatakan bahwa gangguan klinis ini cukup signifikan mengganggu pasien. Pasalnya, gangguan fungsi otak dapat menyebabkan aspek lain ikut terganggu, seperti kemampuan berkomunikasi, dan sebagainya.

“Beberapa pasien dengan kanker mengalami penyimpangan memori, kesulitan berkonsentrasi atau kesulitan menemukan kata yang tepat untuk menyelesaikan kalimat,” jelas Salerno dalam pernyataan pers yang dilansir dari situs US News, (25/8/2021).

Dalam penelitian yang dilakukannya, Salerno bersama dengan timnya meneliti 580 pasien yang mengidap kanker payudara di Amerika Serikat, dengan kelompok kontrol tanpa kanker sebanyak 363 orang. Sebelum melakukan kemoterapi, sebanyak 33% pasien melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat selama 150 menit per minggu. Selama kemoterapi turun hingga 21%, dan setelah kemoterapi naik menjadi 37%. Sedangkan pada kelompok kontrol konsisten 40% melakukan aktivitas fisik di rentang waktu yang bersamaan.

Tim Salerno juga mengamati empat jenis keterampilan mental pasien kemo tersebut. Pasien yang rutin berolahraga selama masa sebelum hingga setelah kemo memiliki tingkat kesehatan otak yang lebih baik, dibandingkan mereka yang tidak rutin berolahraga. Secara signifikan pasien kemo yang gemar melakukan aktivitas fisik juga memberikan hasil tes memori yang jauh lebih baik. 

“Temuan kami menunjukkan bahwa mempertahankan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi mungkin memang penting untuk melindungi kognisi pada pasien dengan kanker payudara yang menjalani kemoterapi,” imbuh Salerno.

Penelitian ini menjadi fondasi untuk uji klinis terkait manfaat berolahraga dan rutin melakukan aktivitas fisik untuk mencegah ‘Chemo Brain’ pada pasien kemoterapi. Sebagaimana diketahui, aktivitas fisik berkhasiat untuk menghasilkan hormon yang dapat meningkatkan kesehatan otak.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »