ilustrasi vaksinasi
0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second
ilustrasi vaksinasi
ilustrasi vaksinasi

OBATDIGITAL – Untuk mengantisipasi datangnya varian mematikan dari virus SARSCoV-2 (severe acute respiratory syndrome corona virus type 2), sejumlah negara – termasuk Indonesia – memberlakukan pemberian vaksin COVID-19 booster, di samping vaksin dua dosis.

Maka, pemerintah Amerika Serikat (AS) siap memberikan vaksin booster serentak pada 20 September 2021 mendatang. Yaitu dengan memberikan vaksin vuatan Moderna dan Pfizer-BioNTech. Sedangkan di Indonesia, sebagian tenaga kesehatan sudah mendapat suntikan vaksin booster. Vaksin booster untuk masyarakat direncanakan akan diberikan pada tahun depan.

Namun sebenarnya yang sangat memerlukan vaksin booster itu bukan orang yang sehat, tetapi orang yang memiliki gangguan sistem kekebalan yang tidak menghasilkan antibodi pelindung yang cukup setelah pemberian dua dosis vaksin COVID-19.

Profesor Emily Landon, ahli penyakit menular dan epidemiolog dari Universitas Chicago, AS, mengatakan bahwa Komite Penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit untuk Praktik Imunisasi (ACIP) mengatakan bahwa dosis ini untuk saat ini harus diberikan hanya kepada mereka yang mengalami gangguan kekebalan dan yang menerima vaksin mRNA yang dibuat oleh Pfizer atau Moderna.

Kelompok yang dimaksud Landon, antara lain, yang menjalani

  • Transplantasi organ
  • Transplantasi sel induk dalam dua tahun terakhir
  • Pengobatan kanker aktif untuk tumor atau kanker darah dan sedang menjalani kemoterapi yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh
  • Imunodefisiensi primer yang parah
  • Penyandang HIV lanjut atau tidak diobati
  • Pengobatan aktif dengan kortikosteroid dosis tinggi atau obat lain yang dapat menekan respon imun tubuh.

Sedangkan yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan dosis booster, sambung Landon, adalah yang sehat dan tidak menggunakan obat imunosupresan tertentu. Kalaupun mendapat dosis booster, pemberiannya baru bisa dilakukan setelah 8 bulan setelah dosis kedua.

Apakah dosis ketiga sama dengan dosis booster? Landon menjelaskan bahwa meskipun dosisnya sama, tetapi ada perbedaan medis. “Booster ditawarkan kepada orang-orang yang mendapatkan vaksin lengkap dan mengembangkan respons yang baik pada awalnya, tetapi berkurang seiring waktu,” ujarnya.

Sedangkan, dosis ketiga diberikan kepada orang-orang yang sistem kekebalannya tidak dapat sepenuhnya menanggapi vaksin awal. Itu sebabnya FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) dan CDC (Pusat Pencegahand an Pengendalian Penyakit) pertama-tama merekomendasikan dosis tambahan untuk individu dengan gangguan kekebalan.

Sedangkan mengenai perbedaan dosis booster dengan vaksin sebelumnya, tidak dipermasalahkan oleh Landon. “Jika Anda benar-benar tidak dapat menemukan dosis vaksin yang cocok, tidak apa-apa untuk mendapatkan yang lain,” katanya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Translate »