0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second
Kantor Kalbe Farma
Kantor Kalbe Farma

Peringkat: 1 dari 5.

OBATDIGITAL – Di masa pandemi, banyak industri menghadapi tantangan berat. Ini karena COVID-19 telah membuat banyak pasien yang takut berobat ke rumah sakit lantaran takut tertular dengan pengunjung atau pasien lain di rumah sakit. Akibatnya obat yang diberikan dokter menjadi berkurang.

Meskipun ada beberapa industri yang mendapatkan berkah dari penjualan suplemen dan obat-obat yang diberikan dokter untuk pasien yang positif VOVID-19. Ini membuat sejumlah industri farmasi masih bisa bertahan.

Berikut beberapa perusahaan farmasi dan konglomerat yang bertahan di masa ini, yaitu:

  1. Sanbe Farma. Perusahaan yang didirikan Jahja Santoso pada 1974. Sanbe telah mempekerjakan 8.000 tenaga kerja dan memproduksi beberapa produk obat andalannya, seperti Sanmol (antibiotika), Sanaflu (obat flu), Neosanmag (obat maag) dan sebagainya.
  2. PT Dexa Medica. Perusahaan ini yang didirikan oleh Rudy Soetikno, kini dikelola oleh Ferry Soetikno. Dexa didirikan di Palembang, namun usahanya terus berkembang sehingga pabriknya kini terpusat di Cikarang, Bekasi. Ada pun obat-obat buatannya antara lain, Rhino CR (obat saluran napas), Folamil (suplemen buat ihu hamil yang mengandung asam folat), Oxyvit (vitamin), dan sebagainya.
  3. PT Kalbe Farma Tbk. Salah satu perusahaan farmasi nasional terbesar di Indonesia ini didirikan oleh Boenjamin Setiawan pada tahun 1966. Perusahaan terbuka yang semula bergerak dalam garasi kecil kini berkembang dan memiliki beberapa anak usaha, bahkan beberapa perusahaan farmasi lain diakuisisinya. Beberapa produk obat buatannya, di antaranya: Kalmoxilin (antibiotik yang mengandung amoksisilin), Cefspan (antibiotik yang mengandung senyawa cefixime), Promag (obat maag), Fatigon (suplemen makanan), Diabetasol (suplemen penurun kadar gula darah), dan sebagainya.
  4. PT Interbat. Perusahaan obat ini dirikan oleh Djoko Sukamto pada tahun 1948. Perusahaan ini sebelumnya merupakan agen ditributor obat tunggal di Indonesia. Namun kini berkembang menjadi perusahaan obat. Beberapa obat buatannya, seperti Pamol (antibiotik mengandung senyawa amoksisilin), Comvita-C (vitamin), Aviter (vitamin), Infeld (antibiotik yang mengandung senyawa piroksicam), dan sebagainya.
  5. PT Tempo Scan Pacific Tbk. Perusahaan farmasi yang sudah masuk bursa ini didirikan dan dimiliki oleh Handojo S. Muljadi pada tahun 1953. Pada waktu itu perusahaan ini berbentuk perusahaan dagang (PD). Namun perusahaan ini terus berkembang pesat. Ada pun beberapa produk obatnya antara lain: Bodrex (obat sakit kepala), Oskadon (obat sakit kepala), Vidoran (vitamin), Neo Rheumacyl, dan sebagainya.

Diolah dari berbagai sumber.

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »