0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second
Makanan yang mengandung bahan dari soba (Dok:goodtastevice.com)

OBATDIGITAL – Biji-bijian seperti quinoa, bayam, dan soba yang telah digunakan selama berabad-abad dalam masakan tradisional masih trendi sebagai salah satu makanan kuliner. Namun belakangan , para peneliti dari Jepang telah menemukan bahwa dapat digunakan untuk pengobatan. Soba adalah salah satu tanaman yang dipakai sebagai bahan makanan dan minuman tradisional Jepang.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan bulan lalu di Jurnal Antioxidant, ilmuwan dari Universitas Osaka, Jepang, mengungkapkan bahwa bahan dalam sayur-sayuran itu mengandung berbagai ekstrak obat herbal yang dapat menginduksi autophagy, sebuah proses yang digunakan sel untuk membersihkan protein yang rusak atau tidak lagi diperlukan.

Autophagy memainkan peran penting dalam penyakit seperti kanker dan penyakit Alzheimer, jadi menemukan cara untuk mendorong proses ini adalah topik yang cukup menarik. Zat herbal merupakan sumber senyawa potensial yang menarik yang dapat digunakan dalam jenis pengobatan ini.

“Kami sudah tahu bahwa minuman keras soba, yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, dapat menurunkan antioksidan pada tikus, dan memiliki beberapa efek antibakteri,” jelas penulis utama studi tersebut, Sumiko Ikari. “Apa yang ingin kami ketahui dalam penelitian ini adalah apakah itu juga memengaruhi autophagy,” sambungnya dalam Science Daily (20/8/2021).

Untuk mengeksplorasi kemungkinan ini, para peneliti memperlakukan sel epitel (kulit) dan sel hati dengan ekstrak soba tartary dan melihat bagaimana penanda fluoresen autophagy merespons.

“Hasilnya jelas menunjukkan bahwa soba tartary menginduksi autophagy dalam sel epitel,” kata Takeshi Noda, penulis senior. “Kami menemukan bahwa merawat sel dengan ekstrak merangsang pembentukan autophagasome, struktur seluler khusus yang melakukan autophagy, dan mengubah lokasi protein yang terlibat dalam mengatur autophagy.”

Ketika para peneliti melihat lebih dekat pada komponen spesifik ekstrak soba tartary, mereka menemukan bahwa satu komponen, quercetin, memiliki efek yang sama dengan ekstrak. Terlebih lagi, ekstrak soba tartary dan quercetin mendorong sel-sel hati untuk membersihkan agregat protein melalui proses yang dikenal sebagai aggrephagy.

“Temuan kami menunjukkan bahwa ekstrak soba tartary dan quercetin tidak hanya menginduksi autophagy, tetapi juga aggrephagy,” kata Ikari.

Mengingat bahwa agregat protein dalam sel hati terkait erat dengan penyakit hati alkoholik, temuan ini menunjukkan bahwa quercetin bisa menjadi pengobatan yang berguna untuk pasien dengan kondisi ini. Mungkin juga menjanjikan untuk pengobatan penyakit lain yang terkait dengan agregasi protein, seperti alzheimer.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »