0 0
Read Time:1 Minute, 33 Second
Tenaga kesehatan sedang memvaksinasi
vaksinasi covid pedagang pasar tanah Abang

OBATDIGITAL – Hari ini (19/8/2021) Indonesia kedatangan dua vaksin sekaligus. Pertama vaksin COVID-19 buatan Pfizer, dan disusul dengan vaksin buatan Moderna. Kedua jenis vaksin tersebut merupakan vaksin jenis RNA (ribo nucleic acid).

Vaksin buatan Pfizer-BioNTech datang ke Indonesia pada hari ini (19/8/2021) dengan jumlah 1,56 juta dosis. Di saat yang hampir bersamaan, Indonesia juga kedatangan vaksin bantuan dari pemerintah Belanda, berupa vaksin AstraZeneca sebanyak 450.000 dosis vaksin jadi.

Belum jelas, untuk golongan siapa vaksin Pfizer itu nanti diberikan. Namun studi yang sudah dilakukan, vaksin tersebut aman diberikan kepada anak-anak, remaja dan ibu hamil.

Dalam beberapa studi, vaksin COVID-19 Pfizer diklaim memiliki efikasi sebesar 90%, kedua tertinggi di bawah vaksin buatan Moderna. Namun belum diketahui apakah vaksin ini juga dapat menangkal virus COVID-19 varian Delat yang sudah merenggut ribuan nyawa di seluruh dunia.

Dengan demikian terdapat tak kurang dari lima jenis vaksin yang sudah masuk ke Indonesia. Sebelumnya yang sudah masuk adalah vaksin buatan Sinovac dan Sinopharm – keduanya dari Cina dan berasal dari virus yang dilemahkan. Kemudian juga ada vaksin AstraZeneca.

“Kita sedang mengkaji vaksin mana yang sudah mendapatkan EUA untuk usia muda. Yang sudah kita amati ada dua yakni Sinovac yang bisa untuk usia 3-17, kemudian Pfizer bisa umur 12-17 tahun,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

Dengan makin banyak vaksin yang datang dari berbagai produsen diharapkan terbentuknya herd immunity menjadi lebih cepat. Namun ini sangat tergantung kecepatan penyebaran vaksin dan pemerataan vaksinasi. Sejauh ini, baru provinsi DKI Jakarta yang mendapat jatah paling banyak dan cepat,sedangkan di beberapa daerah lain, seperti daerah yang memiliki banyak kasus COVID-19, banyak yang belum divaksinasi.

Jika itu terjadi, dan ditunjang oleh mobilitas yang tinggi di antara daerah yang memiliki kasus sedikit dan yang banyak, penanganan COVID-19 tak akan berhasil.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »