0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second
Fedik Abdul Rantam (dok: netralnews.com)

OBATDIGITAL – Kabar bagus bagi bangsa Indonesia. Vaksin Merah Putih merupakan vaksin asli buatan Indonesia yang saat ini tengah dikembangkan oleh Universitas Airlangga (UNAIR) mendapat lampu hijau untuk diproduksi di dalam negeri. Vaksin yang dikerjakan bersama dengan PT Biotis Pharmaceutical yang telah memperoleh sertifikat Cara Produksi Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Atas kerja sama itu, PT Biotis Pharmaceutical menjadi perusahaan swasta farmasi pertama yang mengembangkan vaksin di Tanah Air.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Tim Peneliti UNAIR, vaksin Merah Putih dianggap mampu melawan mutasi virus SARS-CoV-2 varian Delta, penyebab COVID-19. Hal ini diperkuat atas pernyataan Fedik Abdul Rantam, selaku Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih UNAIR, yang menjelaskan bahwa selama proses praklinik I, pengujian dilangsungkan dengan memasukkan tujuh isolat dari varian Delta yang selanjutnya akan melewati tahap western blotting.

Pengujian tersebut diuji pada tikus transgenik untuk membuktikan pengaruh yang nantinya ditimbulkan, sehingga para peneliti dapat mengetahui keamanan, kualitas, dan khasiat dari pemberian vaksin terhadap varian Delta. Seperti yang diharapkan, vaksin ini menunjukkan hasil yang bagus karena kemampuan netralisasinya berjalan dengan baik.

“Uji praklinik tahap satu hasilnya baik dari segi immunogenicity. Pendekatan respons imunnya tidak hanya humoral, tetapi juga cellular, dan menunjukkan hasil yang menjanjikan,” kata Fedik.

Setelah menerima hasil terkait uji praklinik tahap satu, uji praklinik tahap dua pun segera dijalankan. Namun, ada perbedaan mendasar yang terletak pada objeknya. Jika uji praklinik tahap satu diterapkan pada hewan transgenik, maka uji praklinik tahap dua diterapkan pada hewan Makaka. Meskipun proses praklinik II masih berjalan dan belum memberikan hasil secara keseluruhan, tetapi Fedik menilai sejauh ini perkembangannya menunjukkan hasil positif.

Selain itu, Kepala BPOM Penny K Lukito juga mengungkapkan, apabila uji klinik Vaksin Merah Putih berjalan sesuai standar internasional, izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dapat diberikan pada tahun 2022.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Translate »