0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second
Ilustrasi Kanker Prostat

OBATDIGITAL – Selama ini banyak pasien kanker prostat baru ketahuan terkena penyakit itu setelah penyakitnya sudah berada stadium lanjut. Ini membuat penyembuhan penyakit tersebut menjadi semakin sulit.

Namun ini deteksi dini dan skrining bisa dilakukan lebih cepat. Para peneliti di Karolinska Institutet di Swedia baru-baru ini melaporkan bahwa magnetic resonance imaging (MRI) dapat mengurangi diagnosis yang berlebihan dan dengan demikian meningkatkan skrining kanker prostat.

Hasil studinya yang dipublikasikan dalam Jurnal The Lancet Oncology, dan dikutp Medical Xpress (14/8/2021), menunjukkan bahwa penambahan tes darah baru, tes Stockholm3, dapat mengurangi jumlah MRI yang dilakukan hingga sepertiga sambil lebih jauh mencegah deteksi minor, rendah risiko tumor.

“Secara keseluruhan, penelitian kami menunjukkan bahwa kami telah mengidentifikasi alat yang diperlukan untuk dapat melakukan skrining kanker prostat yang efektif dan aman. Setelah bertahun-tahun berdebat dan melakukan penelitian, rasanya luar biasa dapat menyajikan pengetahuan yang dapat meningkatkan kesehatan bagi pria,” kata Profesor Tobias Nordström, ahli urologi di Departemen Ilmu Klinis, Rumah Sakit Danderyd di Karolinska Institutet, yang bertanggung jawab atas studi STHLM3MRI.

STHLM3MRI adalah studi acak yang dilakukan antara 2018 dan 2021 dengan 12.750 peserta pria dari Kabupaten Stockholm. Para peserta memberikan sampel darah awal untuk analisis dan analisis PSA menggunakan tes Stockholm3 yang baru.

Pria dengan hasil tes yang menunjukkan peningkatan kadar PSA kemudian dipilih secara acak untuk biopsi tradisional atau MRI. Pada kelompok MRI, biopsi dilakukan secara ketat pada tumor yang dicurigai diidentifikasi oleh MRI.

Sebelumnya untuk mendeteksi kanker prostat, dokter menggunakan tes PSA (prostate-specific antigen) yang dikombinasikan dengan biopsi tradisional—menghasilkan biopsi yang tidak perlu dan deteksi banyak tumor kecil berisiko rendah (overdiagnosis).

Karena tim peneliti lalu memutuskan mengganti biopsi dengan MRI. Dan hasilnya lebih menjanjikan. Penambahan tes Stockholm3, yang dikembangkan oleh para peneliti di Karolinska Institutet, dapat menjadi pelengkap penting. Ini adalah tes darah yang menggunakan algoritma untuk menganalisis kombinasi penanda protein, penanda genetik, dan data klinis.

“Ketersediaan MRI dalam perawatan kesehatan akan menjadi faktor pembatas. Kami sekarang menunjukkan bahwa tes darah baru sebagai tambahan untuk MRI dapat mengurangi jumlah MRI yang dilakukan hingga sepertiga,” ujar Profesor Martin Eklund, ahli urologi rekan Tobias di lembaga yang sama.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »