Obat Tetes Mata
0 0
Read Time:2 Minute, 0 Second

OBATDIGITAL – Biomarker baru yang ditemukan di mata dapat membuka kunci untuk membantu mengelola retinopati diabetik, dan bahkan mungkin diabetes, menurut penelitian baru yang dilakukan di Indiana University School of Optometry, Amerika Serikat.

Seperti diketahui, selama tahap awal, diabetes dapat mempengaruhi mata sebelum perubahan terdeteksi dengan pemeriksaan klinis secara teratur.

Namun, penelitian retina baru telah menemukan bahwa perubahan ini dapat diukur lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya dengan teknik optik khusus dan analisis komputer.

Kemampuan untuk mendeteksi biomarker untuk kondisi yang mengancam penglihatan ini dapat mengarah pada identifikasi awal orang yang berisiko diabetes atau gangguan penglihatan, serta meningkatkan kemampuan dokter untuk mengelola pasien ini.

“Deteksi dini kerusakan retina akibat diabetes dapat diperoleh dengan metode tanpa rasa sakit dan dapat membantu mengidentifikasi pasien yang tidak terdiagnosis cukup dini untuk mengurangi konsekuensi dari diabetes yang tidak terkontrol,” kata Profesor Ann E. Elsner, peneliti di IU School of Optimetry.

Retinopati diabetik, yang disebabkan oleh perubahan pembuluh darah di retina, adalah penyakit mata diabetes yang paling umum dan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa AS.

Dari 2010 hingga 2050, jumlah orang Amerika dengan retinopati diabetik diperkirakan hampir dua kali lipat, dari 7,7 juta menjadi 14,6 juta.

Studi baru ini merupakan bagian dari penekanan luas saat ini pada deteksi retinopati diabetik melalui kecerdasan buatan yang diterapkan pada gambar retina.

Namun, beberapa dari algoritma ini memberikan deteksi berdasarkan fitur yang terjadi jauh lebih lambat daripada perubahan yang ditemukan dalam penelitian ini.

Metode yang dipimpin IU memajukan deteksi dini karena algoritma pemrosesan gambar retina yang dijelaskan dalam penelitian ini.

“Banyak algoritme menggunakan informasi gambar apa pun yang berbeda antara pasien diabetes dan kontrol, yang dapat mengidentifikasi individu mana yang mungkin menderita diabetes, tetapi ini bisa tidak spesifik,” kata Elsner.

“Metode kami dapat dikombinasikan dengan metode AI lainnya untuk memberikan informasi awal yang terlokalisasi ke lapisan retina tertentu atau jenis jaringan, yang memungkinkan penyertaan informasi yang tidak dianalisis dalam algoritme lain.”

Elsner melakukan analisis gambar retina di labnya di Borish Center for Ophthalmic Research IU School of Optometry. Mereka menggunakan data yang dikumpulkan dari sukarelawan dengan diabetes, bersama dengan subjek kontrol yang sehat.

Data tambahan juga dikumpulkan dari skrining retinopati diabetik dari anggota komunitas yang kurang terlayani di University of California, Berkeley, dan Alameda Health.

Analisis komputer dilakukan pada data citra retina yang biasanya dikumpulkan di klinik yang dilengkapi dengan baik, tetapi banyak informasi yang digunakan dalam penelitian ini sering diabaikan untuk diagnosis atau manajemen pasien.

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »