WHO
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

OBATDIGITAL – WHO (World Health Organization) saat ini sedang melakukan uji klinis obat-obatan COVID-19 dalam program bertajuk “Solidarity Plus”. Nantinya, akan ada 3 jenis obat-obatan terapi COVID-19 yang akan diujikan.

Ketiga obat tersebut yaitu Artesunate, Imatinib dan Infliximab. Uji klinis akan dilakukan di 52 negara pada pasien COVID-19 yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Langkah ini dilakukan WHO mengingat kasus COVID-19 yang 203 juta per hari Rabu (11/8/2021), dari yang sebelumnya 203 juta pekan lalu. Lebih banyak terapi dan pengobatan mutakhir yang diperlukan untuk mengatasi virus COVID-19 yang terus bermutasi.

Kepala Agensi WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, saat ini dunia sangat memerlukan terapi COVID-19 yang lebih efektif dari sebelumnya. Tidak hanya itu, terapi tersebut juga harus mudah diakses dan dapat dijangkau masyarakat luas.  

“Kami sudah memiliki banyak alat untuk mencegah, menguji, dan mengobati COVID-19, termasuk penghambat oksigen, deksametason, dan IL-6 (Interlukin 6). Tetapi kami membutuhkan lebih banyak, untuk pasien di semua ujung spektrum klinis, dari penyakit ringan hingga berat. Dan kami membutuhkan tenaga kesehatan yang terlatih untuk menggunakannya di lingkungan yang aman,” jelas Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa, dikutip dari laman resmi United Nations News (11/8/2021).

Tim panelis independen WHO memilih Artesunate, Imatinib dan Infliximab karena ketiga obat tersebut dinilai cukup potensial mengurangi gejala serius COVID-19, sehingga dapat mengurangi risiko kematian pada kasus berat yang ditemukan pada pasien opname di rumah sakit.

Sebelumnya, ketiga obat ini sudah dikenal untuk mengobati berbagai penyakit lain. Artesunate dikenal sebagai obat malaria berat, Imatinib digunakan untuk beberapa jenis kanker seperti kanker leukemia, sedangkan Infliximab digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis, Crohn serta penyakit yang terkait sistem kekebalan tubuh lainnya.

Beberapa perusahaan farmasi terkemuka seperti Ipca dari India, Novartis asal Swiss dan Johnson & Johnson yang berbasis di Amerika Serikat telah menyumbangkan obat-obatan tersebut untuk fase percobaan. Hasil uji klinis trio obat COVID-19 tersebut akan dirilis bulan September 2021 mendatang.

Sebelumnya, program “Solidarity Plus” WHO juga melakukan uji coba pada beberapa obat-obatan COVID-19 seperti Remdesivir, Hydroxychloroquine, Lopinavir, dan Interferon. Setidaknya ada ribuan peneliti dari 600 rumah sakit di 194 negara anggota WHO yang terlibat. 

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »