harga sejumlah obat yang mahal
0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

OBATDIGITAL – Kementerian Kesehatan Vietnam telah menyetujui obat herbal COVID-19 yang diproduksi oleh Akademi Sains dan Teknologi Vietnam (VAST) untuk uji klinis. Obat yang diberi nama Vipdervir ini berfungsi untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus ribonucleic acid (RNA), virus yang memiliki materi genetik RNA, terutama SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2).

Peneliti di Institut Bioteknologi di bawah VAST, Le Quang Huan, menjelaskan bahwa bahan-bahan utama Vipdervir ini terbuat dari tumbuh-tumbuhan. Nantinya Vipdervir akan diproduksi dalam bentuk kapsul keras.

“Vipdervir seluruhnya terbuat dari tumbuh-tumbuhan, mengandung bahan aktif yang mampu memblokir molekul target yang terlibat dalam invasi dan replikasi virus corona, dan mengandung bahan aktif yang mengaktifkan sel-sel dalam sistem kekebalan untuk membantu memperkuat daya tahan pasien,” ujar Huan dikutip dari Vietnam Express (10/8/2021).

Pihak kementerian telah mendapat lampu hijau untuk menerapkan uji klinis dari fase dua dan mengujinya pada 60 orang dengan gejala COVID-19 ringan. Uji ini dilakukan untuk mengukur keamanan dan kemampuannya untuk mengurangi potensi berkembangnya virus dalam tubuh. Setelah itu berlanjut ke proses uji klinis fase tiga untuk menguji obat pada 200 pasien, mengevaluasi efek obat pada tiap pasien. Setelah semua tahap selesai, Kementerian Kesehatan baru akan bisa memutuskan perizinan Vipdervir.

Huan dan rekan-rekannya di Institut Bioteknologi setempat sudah mulai mempelajari herbal untuk pengobatan COVID-19 sejak awal pandemi. Dengan berbekal pengalaman dalam mengolah produk herbal untuk pengobatan kanker dan sejumlah obat pendukung lainnya, ia memanfaatkan penelitian sebelumnya dalam proses pencarian obat yang tepat untuk mengatasi gejala COVID-19.

Tim peneliti telah menggunakan banyak teknologi untuk menyaring bahan aktif utama dalam herbal yang efektif dalam mencegah invasi dan proliferasi nCoV (novel coronavirus). Kemudian, tim menggunakan bioteknologi untuk mengidentifikasi dan membuat kombinasi herbal yang mengandung bahan aktif yang memberikan efek terapeutik paling tinggi. Bahan-bahan herbal dari produk ini mencakup berbagai jenis seperti chiretta hijau, fish mint, Baikal skullcap, cengkeh, jahe, licorice, dan bahan lainnya.

Vipdervir sejauh ini telah dievaluasi untuk toksisitas akut di Central Institute for Drug Control dan Hanoi Medical University. Sebelumnya, Vipdervir telah dikenal karena kemampuannya untuk menghambat virus H5N1 melalui penelitian di Institute of Biotechnology, juga telah diteliti beberapa universitas lainnya seperti fungsi Vipdervir untuk menghambat coronavirus di National Institute of Hygiene and Epidemiology, serta kemampuannya untuk meningkatkan kekebalan di Hanoi Medical University.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »