person getting vaccinated
0 0
Read Time:1 Minute, 58 Second

OBATDIGITAL – Berdasarkan pernyataan ilmuwan di Public Health England (PHE) – semacam Kementerian Kesehatan di Inggris – menunjukkan bahwa orang yang telah divaksinasi COVID-19 berpeluang sama dengan yang belum divaksin sama-sama bisa menularkan virus penyebab COVID-19 varian Delta.

Penemuan itu sejalan dengan teemuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Akibatnya, timbul kekhawatiran yang dirasakan oleh masyarakat bahwa orang yang divaksinasi kemudian terinfeksi Delta dapat dengan mudah menularkannya.

Tidak seperti varian lain, varian Delta yang dikenal lebih mudah dalam hal penularan telah menjadi jenis virus corona yang dominan secara global.

Selain itu, varian Delta juga mempertahankan pandemi yang telah menewaskan lebih dari 4,4 juta orang, termasuk lebih dari 130.000 di Inggris.

Dengan demikian, meski vaksin sudah terbukti memberikan perlindungan yang baik terhadap penyakit kronis dan kematian yang diakibatkan oleh varian Delta, terutama dengan dua dosis, tetapi terdapat sedikit data mengenai apakah orang yang divaksinasi berpeluang menularkannya kepada orang lain.

“Beberapa temuan awal menunjukkan bahwa tingkat virus pada mereka yang telah divaksinasi kemudian terinfeksi oleh varian Delta mungkin serupa dengan tingkat yang ditemukan pada orang yang tidak divaksinasi,” kata PHE dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters (6/8/2021).

PHE menyatakan ini mungkin berimplikasi pada penularan orang, apakah mereka telah divaksinasi atau tidak.

“Namun, ini adalah analisis eksplorasi awal dan studi yang ditargetkan lebih lanjut yang diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah ini permasalahannya,” PHE menambahkan.

PHE menyatakan dari kasus varian Delta yang dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit sejak 19 Juli 2021, sebanyak 55,1% tidak divaksinasi, sementara 34,9% telah menerima dua dosis vaksin COVID-19.

Artinya, hampir 75% dari populasi Inggris telah menerima dua dosis vaksin.

PHE lalu mengatakan bahwa karena semakin banyak populasi yang divaksinasi, kita akan melihat persentase relatif yang lebih tinggi dari orang yang divaksinasi di rumah sakit.

Sementara itu, secara terpisah, PHE menuturkan varian lain, yang dikenal sebagai B.1.621, pertama kali terdeteksi di Kolombia, telah menunjukkan tanda-tanda menghindari respons imun yang dipicu oleh vaksin COVID-19 atau infeksi sebelumnya.

Oleh karena itu, PHE memberi label varian “sedang diselidiki” tetapi belum menyatakannya sebagai “varian yang menjadi perhatian” – sebutan yang dapat memicu respons kebijakan yang kuat.

Hal ini dibuktikan dengan adanya hasil laboratorium awal yang menunjukkan bahwa vaksinasi dan infeksi sebelumnya dianggap kurang efektif dalam mencegah infeksi varian dari Kolombia itu (B.1.621).

Kendati demikian, data ini bersifat terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »