vaksinasi ibu hamil
0 0
Read Time:2 Minute, 5 Second

OBATDIGITAL – Singapura segera melakukan uji klinis lokal untuk dua vaksin COVID-19, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Arcturus Therapeutics yang berbasis di Amerika Serikat.

Vaksin ini khusus menargetkan 4 varian baru COVID-19, salah satunya Delta.

Uji klinis tahap awal yang baru saja mendapat persetujuan dari Health Sciences Authority, akan mengevaluasi keamanan vaksin dan respons imun terhadap varian Alpha, Beta, Gamma dan Delta, dan kemungkinan suntikan booster untuk orang yang divaksinasi.

Uji coba ini merekrut sukarelawan sehat, baik pria maupun wanita, yang berusia antara 21 dan 65 tahun, yang akan dikelola oleh Unit Kedokteran Investigasi SingHealth.

Associate Professor Unit Kedokteran Investigasi SingHealth, Jenny Low, memaparkan kedua vaksin tersebut yaitu bernama ARCT-021 dan ARCT-154 (ARCT merupakan kode perusahaan farmasi Arcturus Therapeutics).

Kedua vaksin ini memiliki fungsi dan manargetkan mutasi protein lonjakan yang berbeda.

Vaksin ARCT-021, yang sebelumnya dikenal sebagai vaksin Lunar-Cov19, masih menjalani uji klinis fase dua, yang dimulai awal tahun ini.

Vaksin tersebut dikembangkan bersama oleh Duke-NUS Medical School dan Arcturus Therapeutics, menargetkan virus Sars-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2). Sedangkan vaksin ARCT-154 menargetkan mutasi protein lonjakan varian D614G yang telah menjadi dominan secara global, sedangkan vaksin ARCT-165 menargetkan mutasi virus yang lebih luas,” kata Prof Low.

“Dua vaksin baru, ARCT-154 dan ARCT-165 akan diuji bersama dengan vaksin ARCT-021 asli, di mana kami akan membandingkan ketiga vaksin tersebut dengan satu vaksin. lain untuk keamanan dan perlindungan antibodi mereka,” jelas Low dilansir dari situs The Straits Times, (8/8/2021).

Beberapa vaksin Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) saat ini memiliki efektivitas yang lebih rendah dalam melindungi terhadap penyakit simtomatik. Prof Low mengatakan, suntikan booster mungkin diperlukan untuk vaksin ini di masa depan karena virus akan terus beredar dan bermutasi.

Dalam uji klinis, selain menguji keamanan vaksin untuk memastikan tidak ada efek samping yang parah, respon imun peserta juga akan diukur.

Sebanyak 72 peserta akan direkrut, dengan komposisi 36 peserta yang belum divaksinasi, dan 36 peserta lainnya yang telah menerima suntikan Pfizer dosis kedua setidaknya enam bulan yang lalu.

Tahap ini akan melibatkan pengukuran jumlah antibodi penetralisir dan sel-T, untuk memastikan bahwa vaksin dapat memberikan kekebalan jangka panjang terhadap virus dan variannya.

Sebelumnya, pada Selasa (3/8/2021) Arcturus Therapeutics mengatakan bahwa data pra-klinis telah menunjukkan bahwa vaksin ARCT-154 dan ARCT-165 mampu menginduksi imunogenisitas penetral yang kuat pada primata non-manusia terhadap 4 varian virus COVID-19 tersebut.

  • Selain Singapura, fase uji klinis untuk vaksin ARCT-154 juga telah disetujui di Vietnam.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »