Pemeriksaan COVID-19 dengan swab test
0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

OBATDIGITAL – Insinyur di Amerika Serikat (AS) telah merancang perangkat kecil yang dapat mendeteksi SARS-CoV-2 (severe acute respiratory syndrome corona virus type 2)dari sampel air liur dalam waktu sekitar satu jam.

Dalam sebuah studi baru, mereka menunjukkan bahwa diagnostiknya sama akuratnya dengan tes PCR (polymerase chain reaction) yang sekarang digunakan.

Perangkat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi mutasi virus tertentu yang terkait dengan beberapa varian SARS-CoV-2 yang kini beredar.

Hasil ini juga dapat diperoleh dalam waktu satu jam, yang berpotensi mempermudah pelacakan berbagai varian virus, terutama di wilayah yang tidak memiliki akses ke fasilitas pengurutan genetik.

“Kami mendemonstrasikan bahwa platform kami dapat diprogram untuk mendeteksi varian baru yang muncul, dan kami dapat menggunakannya kembali dengan cukup cepat,” kata Profesor James Collins, ahli Teknik dan Sains Medis di MIT (Massachusetts Institute of aTechnology) untuk Teknik dan Sains Medis (IMES) dan Departemen Teknik Biologi dalam Scitech Daily (7/8/2021).

“Dalam riset ini, kami menargetkan varian Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil, tetapi Anda dapat dengan mudah mengadaptasi platform diagnostik untuk mengatasi varian Delta dan varian lain yang sedang berkembang.”

Diagnostik baru, yang bergantung pada teknologi CRISPR, dapat dirakit hanya dengan harga sekitar US$15.

Tetapi, kata peneliti, biaya tersebut dapat turun secara signifikan jika perangkat diproduksi dalam skala besar.

Diagnostik baru didasarkan pada SHERLOCK, alat berbasis CRISPR yang pertama kali dilaporkan oleh Collins dan lainnya pada tahun 2017.

Komponen sistem mencakup untai pemandu RNA (ribo nucleic acid) yang memungkinkan deteksi urutan RNA target spesifik, dan enzim Cas yang membelah urutan tersebut dan menghasilkan sinyal fluoresen.

Semua komponen molekuler ini dapat dibekukan-kering untuk penyimpanan jangka panjang dan diaktifkan kembali setelah terpapar air.

Tahun lalu, laboratorium Collins mulai mengadaptasi teknologi ini untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2.

Kini mereka berharap dapat merancang perangkat diagnostik yang dapat memberikan hasil yang cepat dan dioperasikan dengan sedikit atau tanpa keahlian. Lalu cukup sampel air liur sehingga memudahkan si pengguna.

Untuk mencapai itu, para peneliti harus memasukkan langkah pra-pemrosesan kritis yang menonaktifkan enzim yang disebut nuklease saliva, yang menghancurkan asam nukleat seperti RNA.

Setelah sampel masuk ke perangkat, nuklease dinonaktifkan oleh panas dan dua reagen kimia. Kemudian, RNA virus diekstraksi dan dipekatkan dengan melewatkan air liur melalui membran.

“Membran itu adalah kunci untuk mengumpulkan asam nukleat dan mengkonsentrasikannya sehingga kami bisa mendapatkan sensitivitas yang kami tunjukkan dengan diagnostik ini,” kata Lee.

About Post Author

obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By obatdigital

Obat Digital adalah startup yang menampilkan beberapa informasi seputar industri farmasi berikut bisnisnya, baik obat-obatan, herbal, vaksin, alat kesehatan. Situs web ini didirikan agar pengunjung lebih melek soal perkembangan dunia medis dan pemanfaatannya.

Translate »