Sanofi
0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

OBATDIGITAL – Raksasa farmasi asal Prancis, Sanofi akan membeli perusahaan Translate Bio yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Perusahaan terapi mRNA (messenger ribonucleic acid) tersebut dikenal memiliki teknologi yang mendukung pembuatan vaksin COVID-19.

Sanofi telah bermitra dengan perusahaan untuk mengembangkan vaksin COVID-19 berbasis mRNA. Teknologi tersebut digunakan oleh pesaing Pfizer, BioNTech dan Moderna untuk membawa produk yang sangat efektif ke pasar dalam waktu singkat.

Kepala Eksekutif Sanofi, Paul Hudson, mengatakan akuisisi akan memungkinkan perusahaanuntuk meningkatkan proyek yang ada. Selain itu untuk mengeksplorasi peluang tambahan di ruang yang berkembang cepat saat ini.

KLIK; Sanofi Bakal Jadi Sponsor Utama Olimpiade 2024.

“Tujuan kami adalah untuk membuka potensi mRNA di bidang strategis lainnya seperti imunologi, onkologi, dan penyakit langka selain vaksin,” kata Hudson dikutip dari Forbes (3/8/2021).

Sanofi dan Translate Bio yang mulai berkolaborasi pada Juni 2018 lalu, memiliki dua vaksin mRNA untuk COVID-19 dan influenza (flu) dalam uji klinis tahap awal, dengan hasil masing-masing diharapkan pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2021. Translate Bio juga sedang menggodok pengobatan untuk cystic fibrosis dan penyakit paru-paru langka lainnya dalam tahap awal, dan sedang menjajaki bagaimana teknologi mRNA dapat diterapkan pada penyakit hati dan kanker.

KLIK; Sanofi-Peralmuni Ajak Masyarakat Sadar Akan Pentingnya Vaksinasi COVID-19

Kepala Eksekutif Translate Bio, Ronald Renaud, mengatakan bahwa keahlian Sanofi dalam pengembangan vaksin dapat mendukung teknologi Translate Bio untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Akuisisi akan memperkuat kemampuan tim untuk mencapai potensi penuh dari teknologi mRNA setelah kemajuan yang signifikan di bawah kolaborasi sejauh ini,” ujar Renaud.

Akuisisi ini bersamaan dengan Sanofi yang akan melakukan investasi tahunan sekitar US$ 477 juta dalam penelitian mRNA bulan Juni 2021, dalam upaya untuk meningkatkan jalur pipanya di luar pandemi COVID-19. Tidak seperti vaksin tradisional, vaksin mRNA bekerja dengan cara memperkenalkan materi genetik yang dibutuhkan tubuh untuk membuat komponen amannya sendiri, serta melatih sistem kekebalan tubuh.

Sebelumnya, teknologi mRNA belum menunjukkan keberhasilan, hingga beberapa perusahaan besar seperti Moderna, Pfizer, dan BioNTech melakukannya selama pandemi COVID-19. Keberhasilan tersebut telah mendorong pemain besar seperti GSK dan Pfizer untuk berinvestasi besar-besaran dalam teknologi tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menerapkannya pada HIV, kanker, herpes genital, dan influenza.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »