Vaksinasi pada remaja
0 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

OBATDIGITAL – jumlah kasus COVID-19 pada anak-anak terus meningkat. Menurut data covid19.go.id terbaru, sekitar 5,7% kasus COVID-19 mengenai anak-anak dan remaja yang berusia 0-18 tahun. Sedangkan yang meninggal pada rentang usia tersebut adalah 1%. Artinya meski persentasenya masih kecil, tetapi ini menjadi keprihatinan para orang tua. Untuk itu anak-anak perlu diberikan imunisasi dengan cara yang lebih aman dan nyaman.

Atas dasar itu, Halodoc, aplikasi dibidang kesehatan meluncurkan layanan kesehatan homecare, dengan memberikan pelayanan kesehatan ke rumah kepada anak-anak. Oleh karena itu pihaknya menghadirkan dua peningkatan baru yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah masyarakat dengan memberikan layanan imunisasi ke rumah dan integrasi seluruh layanan drive thru COVID-19 Halodoc ke database New All Record (NAR) dari Kemenkes RI.

“Dengan menghadirkan inovasi komprehensif dari hulu ke hilir, kami berharap dapat terus menjadi andalan masyarakat.” ujar Alfonsius Timboel, Chief Product Officer Halodoc dalam rilisnya yang diterima OBATDIGITAL (3/8/2021).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF melaporkan bahwa 23 juta anak di seluruh dunia melewatkan imunisasi rutin selama 2020. Angka ini naik sekitar 3,7 juta dari 2019, salah satunya diakibatkan oleh pandemi COVID-19.

Menyadari pentingnya akses pada imunisasi untuk melindungi anak, Halodoc kemudian berkolaborasi bersama mitra klinik untuk menghadirkan layanan homecare di mana orang tua tetap bisa memberikan akses imunisasi rutin bagi anak secara lebih aman dan tenang. Imunisasi berperan penting untuk melindungi anak dari dari berbagai risiko penyakit berbahaya yang dapat dicegah sejak dini. 

Sementara itu, dr. Irwan Heriyanto, MARS, Chief of Medical Halodoc mengatakan, kadar kekebalan (antibodi) yang terbentuk pada bayi lebih baik daripada anak yang telah menginjak usia lebih tua, sehingga sebagian besar imunisasi diberikan saat bayi berumur 6 bulan, dengan beberapa jenis imunisasi yang perlu dilakukan pemberian ulang setelah anak berumur 1 tahun (booster) untuk mempertahankan kadar antibodi dalam jangka waktu lama.

Imunisasi anak yang dilakukan sesuai dengan jadwal diharapkan mampu menjadi langkah preventif yang sangat efektif untuk melindungi anak dari setidaknya 26 penyakit infeksi. “Tentunya kemudahan melakukan imunisasi anak di rumah masing-masing akan sangat membantu anak mendapatkan hak pada akses pelayanan kesehatan selama masa pandemi, khususnya pada PPKM Level 4 ini,” kata Irwan.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »