kantor AstraZeneca
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

OBATDIGITAL – Ini peringatan buat mereka yang akan menjalani vaksinasi COVID-19 buatan AstraZeneca yang bermerk Vaxzevria. Ada kemungkinan penerima vaksin akan mengalami efek samping berupa sindrom trombositopenia (TTS), gangguan pembekuan yang langka.

Itu kemungkinan terjadi setelah penyuntikan dosis kedua vaksin COVID-19 tersebut. Itu menurut hasil studi yang dipublikasikadan pada Jurnal Lancet seperti yang dikutip pula oleh Pharmacy Times (3/8/2021). Tingkat yang dilaporkan adalah 2,3 per juta vaksin setelah dosis kedua dan 8,1 per juta vaksin setelah dosis pertama.

Para peneliti menemukan kasus itu setelah menganalisa dengan menggunakan database keamanan global AstraZeneca, yang berisi semua efek samping yang dilaporkan secara spontan dari penggunaan obat-obatan dan vaksinnya di dunia nyata di seluruh dunia. Kasus-kasus TTS yang dilaporkan secara global dalam 14 hari dari dosis pertama atau kedua vaksin yang dimasukkan dalam penelitian ini hingga tanggal batas 30 April.

Saat ini tidak ada faktor risiko yang diketahui atau penyebab pasti TTS setelah vaksinasi COVID-19. Menurut pejabat AstraZeneca, mereka saat ini melakukan dan mendukung penyelidikan yang sedang berlangsung tentang mekanisme potensial untuk kejadian buruk yang langka ini.

“Vaxzevria efektif melawan semua tingkat keparahan COVID-19 dan memainkan peran penting dalam memerangi pandemi,” kata Mene Pangalos, PhD, wakil presiden eksekutif R&D BioPharmaceuticals di AstraZeneca, dalam siaran pers.

“Kecuali TTS diidentifikasi setelah dosis pertama, hasil ini mendukung pemberian jadwal 2 dosis Vaxzevria, seperti yang ditunjukkan, untuk membantu memberikan perlindungan terhadap COVID-19 termasuk terhadap varian kekhawatiran yang meningkat.”

Vaksin AstraZeneca telah diberikan izin edar bersyarat atau penggunaan darurat di lebih dari 80 negara, dengan lebih dari 800 juta dosis vaksin COVID-19 dipasok ke lebih dari 170 negara di seluruh dunia. Vaksin yang sudah masuk pula ke Indonesia ini menggunakan vektor virus simpanse yang kekurangan replikasi berdasarkan versi virus flu biasa (adenovirus) yang dilemahkan yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik protein lonjakan virus SARS-CoV-2. Protein lonjakan permukaan diproduksi setelah vaksinasi, memicu sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

About Post Author

Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Aries Kelana

Pernah menjadi redaktur kesehatan di sejumlah media cetak nasional dan media online. pernah menjadi pemimpin redaksi di media online nasional, pernah menjadi juri beberapa lomba penulisan jurnalistik, lomba penulisan dokter. Selain itu, pernah menjuarai berbagai lomba penulisan jurnalistik tingkat nasional dan internasional. Menulis buku dan menjadi editor beberapa buku karya dokter.

Translate »