vaksin sputnik V asal Rusia
0 0
Read Time:1 Minute, 1 Second

OBATDIGITAL– Perusahaan farmasi asal China CanSino Biologics berinovasi akan menggabungkan vaksin COVID-nya dengan jenis lain agar vaksin tak perlu disuntik tapi cukup dihirup.

Perusahaan tersebut berencana memulai uji klinis awal bulan depan menggunakan vaksin Sputnik V Rusia.

Senior Vice President CanSinBIO Pierre Morgon menuturkan, gabungan dosis vaksin dapat mengatasi kekurangan pasokan vaksin Sputnik V. Tentunya dengan mengadopsi teknik yang serupa dengan produk perusahaan China.

“[Penggunaan gabungan] merupakan permintaan beberapa negara, karena Rusia mengalami kesulitan dalam memasok dosis kedua dalam jumlah yang cukup dibandingkan dengan dosis pertama,” kata Morgon, dilansir dari Reuters, Jumat (30/07/2021).

Vaksin buatan Sputnik V maupun CanSinoBIO adalah vaksin vektor virus dan menggunakan adenovirus yang telah direkayasa. Hal ini agar tidak berbahaya sebagai vektor untuk membawa informasi genetik virus corona ke dalam tubuh manusia.

Dosis pertama Sputnik V didasarkan pada adenovirus tipe 26, sedangkan dosis kedua dan vaksin CanSinoBIO mengandung adenovirus tipe 5.

“Kami akan mempelajari keamanan dan kemampuan gabungan dosis untuk memicu respon imun pada orang dewasa. Ini telah memperoleh dukungan otoritas lokal, sambil menunggu persetujuan dari komite etik,” kata Morgon.

Seperti diketahui, China sedang mengembangkan vaksin COVID-19 CanSino Biologics. Vaksin ini berbeda dari lainnya karena menggunakan metode hirup dan disinyalir bisa memicu antibodi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Annisa

Translate »