lansia
0 0
Read Time:2 Minute, 32 Second

OBATDIGITAL – Lansia yang berusia 60 tahun ke atas rentan terpapar berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Peningkatan risiko penyakit degeneratif biasanya menyerang kelompok lansia hingga pra-lansia.

Pasalnya, saat memasuki usia senior atau lansia, terdapat perubahan fisiologis seperti penurunan fungsi tubuh, perubahan komposisi tubuh, hingga perubahan kebutuhan asupan gizi yang dapat mengganggu kesehatan. Lansia memiliki kebutuhan nutrisi dan aktivitas tersendiri, jika tidak terpenuhi dengan baik maka akan dapat meningkatkan risiko kesehatan seperti terkena penyakit mobilitas, mengalami gangguan konsentrasi, hingga mengidap penyakit tidak menular.

KLIK: Lansia Berpotensi Terkena Long COVID-19

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Anastasia Asylia Dinakrisma Sp.PD menjelaskan, berdasarkan data terbaru ada beberapa penyakit yang umum menyerang lansia. Sebanyak 37 persen lansia mengalami penyakit sendi, 13 persen mengalami hipertensi, sedangkan sisanya menderita berbagai penyakit organ vital seperti paru-paru, jantung, hingga diabetes mellitus. Semua ini bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat untuk mempersiapkan usia lansia, atau dikenal dengan healthy aging.

“Untuk mencegah penyakit lansia, ada persiapan pra-lansia, lebih memperhatikan gaya hidup, menjaga pola makan, rutin melakukan medical check-up (MCU) saat usia pra-lansia 45-59 tahun, dan mempelajari bagaimana memasuki masa lansia yang sehat,” jelas Dinakrisma dalam peluncuran virtual “Healthy Aging Module as a Prevention Strategy for Non-Communicable Diseases in Elderly Population” kerja sama IMERI UI, FKUI dan PT. Nutricia Indonesia Sejahtera (28/7/2021).

KLIK: Sambut Hari Lansia Nasional, Kalbe Nutritionals Dorong lansia Tetap Aktif

Lebih lanjut Dinakrisma menjelaskan, semua ini terangkum dalam penerapan healthy aging. Ada beberapa komponen dalam healthy aging, utamanya menjaga pola makan dengan gizi seimbang, khususnya menyesuaikan pola makan saat memasuki usia lansia. Sebab usia lansia memiliki kebutuhan nutrisi tersendiri yang tentunya berbeda dengan kelompok usia lainnya. Selain itu, yang tak kalah penting yakni rutin melakukan aktivitas fisik, mengontrol penyakit bawaan, serta menjaga kesehatan mental.

“Yang pasti adalah pola makan, bagaimana gizi seimbang, pola makan yang harus dikonsumsi lansia. Jika memungkinkan harus ada aktivitas fisik, harus berolahraga. Yang terpenting harus mengontrol penyakit kronis yang sudah ada pada lansia. Jangan lupa kesehatan mental lansia untuk menciptakan healthy aging,” imbuhnya.

Untuk olahraga khusus lansia, tidak ada aktivitas yang spesifik direkomendasikan oleh dokter. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Nani Cahyani, SpKO menyebutkan, olahraga yang paling baik bagi lansia adalah yang biasa mereka lakukan di masa mudanya. Modifikasi gerakan pun bisa dilakukan pada lansia, tergantung kondisi fisiknya.

“Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk lansia, melakukan aktivitas moderat selama 150 menit per minggu yang sifatnya aerobik, diiringi dengan latihan gerakan yang berkaitan dengan keseimbangan. Kegiatan berolahraga harus dilihat bukan hanya pada saat itu saja, tapi juga harus melihat keteraturannya yang akan memberi dampak adaptasi. Dampak adaptasi itu yang berpengaruh positif pada lansia yang rutin melakukannya,” jelas Cahyani.

Saat ini, Indonesia mulai memasuki periode aging population. Kelompok usia 60 tahun ke atas  diperkirakan meningkat dari 10 persen pada tahun 2020, menjadi 18 persen dari total penduduk pada tahun 2040. Sedangkan, penduduk pra-lansia usia 45-60 tahun juga diprediksi akan meningkat dari 10 persen pada tahun 2020, menjadi 17 persen pada tahun 2040. 

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »