0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

OBATDIGITAL – Para peneliti Universitas California San Diego, Amerika Serikat, menemukan bahwa statin, sejenis obat penggelontor koleterol, dan kerap digunakan pula dengan obat anti-hipertensi bisa membuat pasien lebih cepat pulih jika terpapar COVID-19.

Dalam jurnal ilmiah peer-review PLOS ONE, baru-baru ini mereka menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi obat statin memiliki risiko kematian 41 persen lebih rendah akibat COVID-19. Para peneliti menyatakan bahwa pasien yang menggunakan statin dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau tekanan darah tinggi, mendapatkan pengaruh positif obat tersebut untuk menghambat virus.

Profesor dan Direktur Unit Perawatan Intensif Kardiovaskular di UC San Diego Health, Lori Daniels menjelaskan, statin dapat menghambat infeksi SARS-CoV-2 melalui efek anti-inflamasi. Selain itu, dalam obat tersebut ada kemampuan mengikat yang diketahui berpotensi menghentikan perkembangan virus SARS-CoV-19, penyebab COVID-19.

“Ketika menghadapi virus ini di awal pandemi, ada banyak spekulasi seputar obat-obatan tertentu yang memengaruhi reseptor ACE2 tubuh, termasuk statin, dan apakah obat itu dapat memengaruhi risiko COVID-19,” ujar Daniels dilansir dari situs Livemint.com, (16/7/2021).

Statin adalah obat penurun kolesterol yang memblokir enzim hati yang berfungsi untuk memproduksi kolesterol. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) memperkirakan sebanyak 93 persen pasien yang menggunakan obat penurun kolesterol mengonsumsi statin. Reseptor ACE2 dalam statin membantu mengontrol tekanan darah. Pada tahun 2020, ditemukan bahwa virus SARS-CoV-2 menggunakan reseptor yang sama untuk memasuki sel paru-paru.

Daniels menambahkan, tim peneliti menemukan bahwa penggunaan statin atau obat anti-hipertensi dikaitkan dengan risiko kematian 32 persen lebih rendah di antara pasien rawat inap COVID-19 dengan riwayat penyakit kardiovaskular atau hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan, statin dan obat anti-hipertensi meningkatkan kemungkinan pulih dari COVID-19.

“Seperti halnya studi observasional, kami tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa hubungan yang kami gambarkan antara penggunaan statin dan penurunan keparahan infeksi COVID-19 pasti disebabkan oleh statin itu sendiri; namun, kami sekarang dapat mengatakan dengan bukti yang sangat kuat bahwa mereka mungkin berperan berperan dalam menurunkan risiko kematian pasien akibat COVID-19 secara substansial. Kami berharap temuan penelitian kami menjadi insentif bagi pasien untuk melanjutkan pengobatan mereka,” imbuhnya.

Studi awal termasuk 170 catatan medis anonim dari pasien yang menerima perawatan di UC San Diego Health. Terlihat bahwa pasien yang menggunakan statin sebelum dirawat di rumah sakit untuk COVID-19 mengalami lebih dari 50 persen pengurangan risiko terkena infeksi parah.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »