Suasana Covid-19 di Wuhan
0 0
Read Time:1 Minute, 40 Second

OBATDIGITAL – Beberapa pemerintah daerah di China berencana untuk melarang penduduk yang belum divaksinasi COVID-19 untuk mengakses tempat-tempat umum. Hal ini menimbulkan kontroversi.

Dalam beberapa hari terakhir, selusin kabupaten dan kota di provinsi timur Zhejiang, Fujian dan Jiangxi menetapkan tenggat waktu akhir Agustus bagi orang yang berusia 18 tahun atau lebih untuk menyelesaikan rejimen vaksin dua kali. Banyak dari mereka juga menetapkan tanggal pada akhir Juli di mana orang yang tidak divaksinasi akan dilarang memasuki sekolah, perpustakaan, penjara, panti jompo dan fasilitas rawat inap di rumah sakit tanpa pengecualian medis yang sah.

Ahli imunologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Shanghai, Tao Lina menuturkan bahwa menjadi hal yang wajar jika lebih banyak daerah akan mengikuti peraturan tersebut. Meski peraturan pemerintah pusat yang hendak mewajibkan vaksin masih dalam proses penggodokan, karena menuai banyak penolakan.

“Saya pikir sangat masuk akal untuk menggunakan beberapa pembatasan ketika datang ke fasilitas umum bagi mereka yang belum divaksinasi,” ujar Tao Lina dilansir dari The Wall Street Journal, (14/7/2021).

Lebih dari setahun setelah pandemi pertama kali meledak di China, negara itu sebagian besar mempertahankan pembatasan di daerah perbatasannya karena kekhawatiran kasus yang menyebar di dalam negeri. Beijing rencananya akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin pada Februari 2022 mendatang.

Mandat vaksinasi telah berlangsung selama berbulan-bulan. Pihak berwenang China mencoba membujuk warga untuk disuntik dengan menawarkan susu, telur, dan boba gratis. Bahkan, di salah satu kota ada kesempatan bagi yang divaksin untuk memenangkan menginap gratis di hotel mewah. Beberapa sekolah mendesak siswa mereka untuk mendapatkan suntikan, sementara perusahaan ride-hailing seperti Didi Global Inc. telah mewajibkan pengemudi untuk divaksinasi. Di banyak perusahaan milik negara, mendapatkan vaksinasi dipandang sebagai suatu kewajiban.

Faktanya, pihak berwenang di China telah memvaksinasi penuh lebih dari 40 persen dari 1,4 miliar penduduk negara itu. Tingkat vaksinasinya hampir setara dengan Amerika Serikat, yang telah memvaksinasi sekitar 48 persen dari keseluruhan populasinya. China sedang menghadapi wabah sporadis COVID-19 dan pihak berwenang telah menawarkan vaksin buatan sendiri secara gratis sejak Desember 2020 lalu.

About Post Author

Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By Dewi Soemanagara

pernah menjadi reporter di sejumlah media

Translate »